Keadaan Geografis Bumi Kulon Progo

Category: Geografis, Sosial 4,029 0

Berapa lama kita tinggal di Kulon Progo? Berapa lama pula kita menjadi warga Kulon Progo? Berapa banyak yang kita tahu dari kebupaten ini? Beberapa pertanyaan yang selalu menggelitik bagi admin pribadi. Admin sudah sangat lama tinggal di kabupaten ini dan begitu sadar bahwa pengetahuan mengenai kabupaten ini masih sangat sedikit. Pengetahuan yang sifatnya dasar, seperti luas wilayah, batas wilayah, berapa jumlah kecamatannya. Hal seperti ini sangat menarik untuk kita tau. Cukup lah kita tahu terlebih dahulu, sebelum saatnya nanti kita akan meneliti lebih jauh menenai daerah yang begitu kita cintai ini.
Mungkin sudah banyak yang paham bahwa Kabupaten Kulon Progo yang beribukota di Wates ini memiliki luas wilayah sebesar 58.627,512 ha (586,28 km2). Terdiri dari 12 kecamatan, 87 desa, 1 kelurahan yaitu Kelurahan Wates sebagai kelurahan percontohan dan 917 pedukuhan. Secara umum wilayah Kulon Progo membentang dari sisi paling selatan Yogyakarta, kemudian menuju sisi paling utara propinsi ini. Jika mau sadar, sungguh luar biasa potensi alam yang kita miliki.
Apa yang tidak ada di kabupaten kita? Pantai, waduk, air terjun, dataran tinggi, tanah yang subur, air yang melimpah, barang tambang, jalur kereta api dan letak yang strategis? Semua ada di Kulon Progo. Kulon Progo dengan segala potensi alamnya yang melimpah berbatasan langsung dengan Propinsi Jawa Tengah di sebelah barat, yakni Kabupaten Purworejo. Di bagian Utara masih juga berbatasan langsung dengan Propinsi Jawa Tengah, Kabupaten Magelang. Di bagian timur bersinggungan dengan Kabupaten Sleman dan Bantul. Sedangkan di sebelah selatan Samudra Hindia begitu luas.
Dari aspek topografi yang merupakan studi tentang bentuk permukaan bumi dan objek lain seperti planet, satelit alami dan asteroid, batas topografi kulonprogo sebelah barat adalah pada 110 Bujur Timur/E. Longitude 1′ 37″. Lalu batas sebelah timur pada 110 bujur timur/E. Longitude 16′ 26″. Batas Kabupaten Kulonprogo bagian utara pada 7 lintang selatan/S. Latitude 38′ 42″. Sedangkan pada bagian selatan yakni 70 lintang selatan/S. Latitude 59′ 3″.
Secara umum, daerah utara Kulon Progo merupakan dataran tinggi dengan ketinggian antara 500 sampai 1000 meter di atas permukaan air laut. Daerahnya meliputi Kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh dan Kalibawang. Di wilayah ini terdapat jajaran perbukitan yang dinamakan pegunungan Menoreh. Wilayah Kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh dan Kalibawang menyimpan potensi alam yang melimpah ruah. Sehingga beberapa tempat di tempat ini diperuntukkan sebagai kawasan budidaya konservasi flora dan fauna. Walaupun begitu, karena letaknya yang curam beberapa tempat disana sering dilanda tanah longsor.
Di bagian tengah wilayah Kabupaten Kulon Progo, secara umum merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100 sampai 500 meter di atas permukaan laut. Daerahnya memang bergelombang namun tidak securam yang terdapat di dataran tinggi. Wilayahnya meliputi Kecamatan Sentolo, Pengasih, Nanggulan dan beberapa tempat di Lendah. Wilayah tengah merupakan peralihan dari dataran tinggi yang berada di utara dengan dataran rendah yang berada di paling selatan wilayah Kulon Progo. Relatif sangat jarang dilanda bencana kecuali banjir yang kadang menerpa ketika musim penghujan. Namun tetap tidak sampai di pemukiman.
Menuju selatan merupakan wilayah di Kulon Progo yang berketinggian paling rendah, yakni sekitar 0 sampai 100 meter di atas permukaan air laut. Daerahnya meliputi Kecamatan Wates, Panjatan, Temon, Galur, dan beberapa tempat di Lendah. Walaupun secara umum hampir semua wilayah Kulon Progo tidak kekurangan air lagi pada tahun-tahun ini, namun wilayah selatan lah yang paling baik dari segi pengairan. Oleh karena itu daerah selatan didominasi dengan area persawahan dan ladang. Wilayah pantai Kulon Progo yang memanjang dari barat ke timur memiliki panjang 24,9 km merupakan daerah yang rawan bencana banjir karena beberapa wilayahnya merupakan bekas rawa yang dikeringkan pada jaman dulu.
Mungkin juga sudah ada yang tau bahwa hamparan wilayah Kabupaten Kulon Progo memang sangat bervariasi. Menurut ketinggian tanahnya wilayah Kulonprogo dapat dipresentasekan sebanyak 17,58% berada pada ketinggian kurang dari 7 m diatas permukaan laut (dpal), 15,20% berada pada ketinggian 8 sampai 25 m dpal, 22,84% berada pada ketinggian 26 sampai 100 m dpal, 33,0% berada pada ketinggian 101 sampai 500 m dpal dan 11,37% berada pada ketinggian lebih dari 500 m dpal.
Distribusi wilayah kabupaten Kulon Progo menurut kemiringannya adalah 40,11% berada pada kemiringan kurang dari 20, kemudian 18,70% berada pada kemiringan 30 sampai 150, lalu 22,46% berada pada kemiringan 160 sampai 400 dan 18,73 % berada pada kemiringan lebih dari 400. Mengenai curah hujan, berdasarkan data terakhir dari Badan Pusat Statistik Kulon Progo, selama tahun 2010 rata-rata curah hujan perbulan adalah 194 mm dan hari hujan 12 hh per bulan. Keadaan rata-rata curah hujan hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember 2010 sebesar 331 mm dengan jumlah hari hujan 16 hh sebulan. Kecamatan yang mempunyai rata-rata curah hujan per bulan tertinggi pada tahun 2010 berada di Kecamatan Samigaluh sebesar 296 mm dengan jumlah hari hujan 13 hh per bulan.
Seperti inilah keadaan kabupaten kita secara umum dari aspek geografis. Mencintai daerah memang tidak ada ukuran yang pasti. Namun semua itu dapat dimulai dari mencari tau seluk beluk mengenai daerah kita. Mari kita pupuk kesadaran ini. Supaya nantinya, makin banyak yang tergugah dan mau berkarya untuk Kabupaten Kulon Progo yang begitu kita cintai ini. (sumber: Badan Pusat Statistik Kulon Progo)

Related Articles

Tulis komentar Anda. Isi komentar menjadi tanggung jawab pribadi.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.