Melihat Detail Batik Geblek Renteng

Category: Budaya, Ekonomi, Sosial 4,623 1


Batik motif Geblek Renteng sebagai sebuah simbol merupakan konsep yang disepakati bersama. Berisi ide tentang ciri khas Kulon Progo dan mewakili gagasan bahwa masyarakat Kulon Progo bersatu membentuk jalinan utuh nan padu. Tidak memandang perbedaan suku, lokasi tempat tinggal, pekerjaan, perbedaan agama dan kepercayaan serta kemampuan ekonomi.

geblek rentengSimbol dapat menghantarkan seseorang menuju gagasan atau konsep. Batik Geblek Renteng dengan sempurna membawa masyarakat Kulon Progo ke dalam semangat kebersamaan. Semangat kebersamaan yang dirajut perlahan dari kain batik sederhana. Motif batik Geblek Renteng diciptakan seorang pelajar bernama Ales Candra Wibawa pada 2012.

Ingatlah bahwa Kulon Progo memiliki potensi yang belum dipoles. Itulah sebabnya Batik Geblek Renteng menjadi momentum perubahan. Menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk memoles sedikit demi sedikit potensi yang sebenarnya masyarakat dan alam Kulon Progo miliki.

Geblek Renteng menjadi alat pemersatu masyarakat Kulon Progo. Menumbuhkan kesadaran bahwa daerah ini sebenarnya dapat melakukan lebih dari yang sekarang dilakukan. Sebelum melakukan itu, masyarakat harus memiliki keterikatan. Satu dengan yang lain perlu dipersatukan sehingga membentuk visi yang sama. Visi untuk mensejahterakan Kulon Progo tanpa meninggalkan kearifan lokal masyarakatnya. Itulah fungsi Geblek Renteng.

Ide cemerlang bupati

Bupati sebagai pucuk pimpinan dengan peka melihat pentingnya simbol yang mewakili identitas masyarakat Kulon Progo. Hal ini juga didukung dengan realita bahwa Kulon Progo memiliki pengrajin batik handal yang banyak tersebar di Kecamatan Lendah.

Saat itu belum ada icon khas Kulon Progo yang bisa benar-benar diketahui oleh masyarakat luas. Oleh karena itu muncul gagasan menciptakan corak baru motif batik Kulon Progo yang nantinya juga bisa menjadi ciri khas. Menjadi icon daerah dan memberikan nilai ekonomis yang signifikan bagi sektor usaha yang berkaitan dengan batik di Kulon Progo.

Ide membuat corak batik khas Kulon Progo disampaikan Bupati pertama kali saat berdiskusi dengan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia Kabupaten Kulon Progo di ruang kerja Bupati 8 Desember 2011. Ide yang masih mentah ini kemudian digodok sebelum akhirnya ditindaklanjuti dengan mengadakan lomba design motif batik khas Kulon Progo. Setalah sekitar dua bulan ide diproses akhirnya pada awal tahun 2012 lomba design motif batik khas Kulon Progo diumumkan ke khalayak.

Selain untuk mencari motif batik khas yang menjadi jati diri Kulon Progo, tujuan perlombaan ini yakni melestarikan dan mengembangkan seni budaya batik, menggali ide kreatifitas dan apresiasi masyarakat dalam merancang motif batik. Meningkatkan kecintaan dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya batik. Meningkatkan promosi batik dan memajukan industri batik di Kulon Progo, sehingga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Lomba desain motif batik khas Kulon Progo tingkat nasional diumumkan secara resmi pada 1 Februari 2012. Selang tiga bulan lomba ini ditutup pada 30 April 2012. Tidak disangka ternyata antusiasme masyarakat cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang mengirimkan karya sebanyak 304 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dari 304 peserta akhirnya terkumpul 392 karya desain motif batik dengan berbagai tema. Tak lama setelah proses pengiriman materi design ditutup, saat itu tanggal 1 hingga 2 Mei 2012 dilaksanakan proses penjurian dengan melihat, mencermati dan mempelajari filosofi dibalik motif batik yang diajukan. Proses ini menghasilkan 6 buah karya yang menjadi nominator unggulan. Semuanya akan dinilai dengan rubrik yang lebih ketat.

Banyak mungkin masyarakat yang belum tau apa geblek itu. Geblek merupakan camilan khas Kulon Progo yang terbuat dari tepung tapioka. Menggunakan bumbu bawang putih dan garam, tepung tapioka dipilin dan dibentuk menyerupai angka delapan lalu digoreng sampai mengembang. Geblek biasanya disantap dengan tempe yang terbuat dari kacang benguk dan disajikan dari sore hingga malam hari. Banyak penjual geblek di Kulon Progo dan beberapa di Purworejo. Kebanyakan mulai berjualan pada sore hingga malam hari.

Di antara  motif geblek terdapat lambang Binangun yang digambarkan sebagai kuncup bunga yang akan mekar, bermakna bahwa Kulon Progo merupakan daerah yang sebentar lagi akan mekar menjadi permata yang indah. Di sampingnya  terdapat motif buah manggis yang merupakan flora khas Kulon Progo, tepatnya di daerah Kokap. Ketiga motif dibuat dengan pola naik turun sebagai perlambang bahwa kenampakan alam di Kulon Progo yang sangat bervariasi, mulai dari pegunungan, hingga dataran rendah dan pantai berpasir di pesisir selatan.

Terdapat motif menyerupai sayap yang melambangkan bahwa sebentar lagi di Kulon Progo akan dibangun airport yang diharapakan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kulon Progo dan Yogyakarta pada umumnya. Selain itu juga terselip gambar burung kacer yang merupakan fauna identitas Kulon Progo.

Hari pengumuman

Beberapa nominator telah dipilih. Beberapa nominator unggulan mengangkat tema Kulonprogo Binangun, Angguk Putri, Manggis, Ceplok Kulonprogo dan Geblek Renteng. Kesemua nominator kemudian diseleksi kembali. Setelah melalui proses yang cukup lama terpilihlah motif Geblek Renteng sebagai pemenang motif batik khas Kulon Progo. Berbagai pertimbangan dilakukan, antara lain dari kesesuain motif design jika diaplikasikan menjadi baju batik dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Hasil dari perlombaan design motif batik khas Kulonprogo diumumkan secara resmi pada 6 Mei 2012 di Kalibawang.

Sejak saat itu motif geblek renteng diperkenalkan, diproduksi dan dipasarkan kepada masyarakat luas. Seiring perkembangannya, batik Geblek Renteng menjadi busana wajib yang dikenakan oleh siswa sekolah, pegawai kantor dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo hingga saat ini.

geblek rentengMelalui surat edaran yang diberikan ke instansi dan sekolah, Bupati menginstruksikan PNS dan pelajar untuk mengenakan seragam batik bermotif Geblek Renteng mulai Juli 2012. Hasilnya pada hari tertentu semua instansi dan sekolah di lingkup Kabupaten Kulon Progo dengan bangga mengenakan batik kreasi sendiri, Batik Geblek Renteng.

Saat ini tidak hanya ketika bekerja atau bersekolah saja motif batik Geblek Renteng dapat dijumpai. Ketika hajat pernikahan dan acara formal yang tidak ada kaitannya dengan agenda dari pemerintah kabupaten pun sudah banyak masyarakat yang mengenakan baju batik Geblek Renteng. Perlahan namun pasti batik Geblek Renteng mulai mendapat tempat di hati masyarakat.

Melindungi pengusaha batik

Kepopuleran Geblek Renteng ternyata menggiurkan para pengusaha nakal yang hendak meraup keuntungan berlipat. Akhir-akhir ini muncul batik Geblek Renteng yang dibuat dengan cara print. Batik print dapat didapatkan dengan harga Rp 35.000 per potong. Bandingkan dengan harga batik cap yang harganya mulai dari Rp 50.000,- per potong atau batik tulis Geblek Renteng yang dibuat dengan waktu berkisar 1 hingga 5 bulan dipatok mulai dari Rp 100.000,- bahkan sampai Rp 600.000,- per potongnya. Batik Geblek Renteng tulis menggunakan warna-warna alami untuk proses pewarnaannya.

Pengusaha batik Kulon Progo sangat dirugikan. Oknum nakal yang hendak meraup untung berlipat ini kebanyakan berasal dari luar daerah dan mencatut nama Bupati agar dagangannya laku keras.

Sudah semestinya pemerintah memberikan proteksi terhadap karya intelektual motif batik Geblek Renteng dengan segera menerbitkan hak paten. Pemerintah juga harus memberikan pendampingan kepadapengusaha agar mereka tidak merasa berjalan sendirian. Diharapkan Geblek Renteng benar-benar memberi nilai ekonomis kepada para pengusahanya, di samping menjadi icon pemersatu daerah seperti yang telah digadang-gadang. Bukan malah memberikan kesempatan bagi oknum-oknum yang hendak meraup untung besar tanpa mempedulikan pengusaha lain.

Akhirnya, tidak ada alasan untuk enggan menggunakan kain batik Geblek Renteng. Sebagai warga Kulon Progo hendaknya selalu menjaga dan melestarikan kebudayaan membatik yang berkembang di daerah ini. Geblek Renteng sebagai upaya memajukan Kulon Progo harus didukung oleh segenap masyarakat. Agar nantinya icon pemersatu daerah ini benar-benar menyatukan warga. Sehingga warga mau menyingsingkan lengan baju. Bahu-membahu membangun daerah dengan potensi, minat dan bakat yang dimiliki oleh masing-masing individu. (foto: batikfarraskulonprogo.blogspot.com; infopublik.id)

Related Articles

One thought on “Melihat Detail Batik Geblek Renteng

  1. Pingback: Kulonprogo, Saatnya Kita Berbenah

Add Comment

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.