Daya Pikat Desa Wisata Kulon Progo

Category: Geografis, Pariwisata 3,732 1
Sabtu, 4 April 2021 | Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Kulon Progo temukan ikan berformalin di Pasar Bendungan dan Pasar Glaeng.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Kasus penularan covid-19 di klaster Sangon Kecamatan Kokap, Kulon Progo, mencapai lebih dari 107 orang
Sabtu, 15 Mei 2021 | Kunjungan wisatawan di Pantai Glagah, Temon, melonjak hingga 1000 lebih pada Sabtu akhir pekan ini.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melakukan uji coba pembelajaran tatap muka setelah Lebaran 2021
Sabtu, 15 Mei 2021 | Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Wates mengadakan kunjungan virtual Lebaran bagi warga binaan pemasyarakatan menggunakan 6 komputer.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Badan Otorita Borobudur (BOB) sebagai wujud sinergi pengembangan wisata.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo mencapai 26,9% atau sebanyak 28.333 warga dari total 105.298 sasaran pada gelombang pertama.


Entah mengapa warga perkotaan cenderung individualis. Saat masyarakat melihat segala sesuatu dari untung rugi, saat itulah pedesaan jadi lokasi tepat untuk mengembalikan kearifan manusia menjadi makhluk yang peka sosial dan alam. Karena itu, seperti di wilayah lain, perlahan muncul desa-desa wisata di Kulon Progo. Desa Wisata Kulon Progo menyajikan realita kehidupan sosial dengan harmoni terhadap alam.

Desa Wisata Kulon ProgoBulan lalu kawan dari Jakarta menelepon. Batinku tumben dia ngebel biasanya cuma bbm. Yo maklum, sejak kuliah dia terkenal pelit. Singkat cerita. dia bertanya mengenai desa wisata di Kulon Progo yang cocok untuk lokasi live-in. Dengan semangat layaknya Tentara Pelajar Kulon Progo yang menumennya kini kesepian di sudut Alun-alun Wates, dia bertanya panjang lebar.

Desa wisata Kulon Progo menawarkan kawasan desa yang mencerminkan suasana keaslian pedesaan. Baik kehidupan ekonomi, sosial budaya, adat istiadat dan keseharian warganya. Desa wisata haruslah mempertahankan kendesoan dengan tetap menjaga arsitektur bangunan, struktur tata ruang, makanan dan minuman, cindera mata dan fasilitas yang merupakan keseharian warga desa. Tidak justru malah kemutho atau sok-sokan seperti kota.

Lha wong yang dicari yang ndeso-ndeso itu kok. Desa wisata Kulon Progo harus teguh pada pakem bahwa pengunjung hendak mencari kenyamanan pedesaan. Tidak untuk membawa kenyamanan layaknya tinggal di kota, tetapi mendidik pengunjungnya dengan laku prihatin dan mensyukuri hidup sesuai dengan kearifan lokal masyarakat pedesaan.

Dari sekian banyak desa wisata yang tersebar di Kulonprogo, inilah beberapa lokasi yang cocok untuk belajar dari kehidupan pedesaan yang sederhana, bersahaja, harmonis dengan alam, sambil berwisata tentunya menikmati asrinya alam Kulonprogo.

Desa Wisata Sidorejo dan Desa Wisata Banjarasri

Yang pertama Desa Wisata Sidorejo di Lendah, Kulonprogo. Di Sidorejo ada sebuah bendungan yang digunakan untuk irigasi. Kondang kok, namanya Bendung Sapon. Di pinggir Bendung Sapon terdapat taman yang biasa dipakai leyeh-leyeh menikmati bentang alam Sungai Progo yang indah dan sejuk. Desa Wisata Sidoharjo menghadirkan paket wisata petualangan, outbound, wisata desa dan seni budaya, membatik, kuliner serta kerajinan.

Meloncat lumayan jauh ke utara Kulon Progo. Kini Desa Wisata Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo. Desa wisata Banjarasri berjarak lebih kurang 30 km dari pusat kota Yogyakarta, yah satu jam lah kalau ditempuh pakai motor. Masyarakat Banjarasri  mengembangkan paket wisata yang bersahabat dengan alam seperti belajar bertani, permainan desa, memancing dan wisata sejarah. Ada yang tau alat tenun bukan mesin? Nah kerajinan ini salah satu produk paling terkenal dari Banjarasri. Warga desa siap menyuguhkan beragam potensi dan pengalaman tinggal di pedesaan di kaki Bukit Menoreh. Kurang demes piye njajal.

Belum lagi di Banjarasri juga terdapat lokasi wisata alam yakni Dolan Ndeso Boro. Sebuah arena rekreasi berbasis lingkungan tradisional yang menyuguhkan misi pelestarian lingkungan berdasar nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Desa Wisata Sidoharjo dan Desa Wisata Pendoworejo

Melanjutkan tentang desa wisata Kulon Progo, selanjutnya Desa Wisata Sidoharjo, Samigaluh, Kulonprogo. Selain MTS N Sidoharjo, sekolah dengan pemandangan paling indah di Kulonprogo, Sidoharjo memiliki panorama alam yang natural. Yang keren, di desa ini kerap njedul kera ekor panjang yang berkembang biak alami di sekitar Air Terjun Sidoharjo, Curug Kaweron dan Gunung Kendil.

Sebagian besar warga Sidoharjo bekerja sebagai petani. Hasilnya dapat dilihat dari beberapa produk yang ditawarkan untuk dicoba oleh para pengunjung misalnya Bio Menoreh kopi. Berbagai panganan lokal menjadi daya tarik tersendiri dalam sajian paket wisata Desa Wisata Sidoharjo.

Desa Wisata Kulon ProgoTidak kalah serunya coba datang ke Desa Wisata Pendoworejo, Girimulyo, Kulonprogo. Sebuah desa kecil yang terkenal dengan upacara adat Rebo Pungkasan Kembul Sewu Dulur dan Tari Ngguyang Jaran di Bendung Kayangan. Pendoworejo memiliki kehidupan dengan adat istiadat yang masih terjaga. Selain itu, komoditas salak pondoh juga menjadi andalan dari daerah yang kini sedang naik daun karena munculnya banyak curug dan air terjun.

Disana juga ada sanggar seni dan budaya, Bodronoyo. Sanggar yang kerap digunakan untuk aktifitas membatik, belajar tari dan nglaras gamelan. Setiap malam Sabtu minggu ketiga biasanya dipentaskan pagelaran wayang kulit pakeliran padat. Disini pengunjung dapat mempelajari kesenian sekaligus kehidupan penduduk lokal.

Desa Wisata Kalibiru dan Desa Wisata Nglinggo

Siapa tak kenal Kalibiru? Kalibiru adalah desa wisata yang terletak di Desa Hargowilis, Kokap, Kulon Progo. Sebuah desa wisata yang terletak di ketinggian 450 Mdpl.

Berada di Kalibiru pengunjung dapat menikmati fasilitas outbound training, wisata pedesaaan, wisata budaya dan wisata pendidikan. Jos kan? Kalibiru menyediakan bungalow dan pendopo untuk berbagai aktifitas dengan pemandangan hamparan birunya Waduk Sermo yang terlihat dari atas.

Sekitar 10 km dari Kalibiru terdapat sebuah desa wisata lain yakni Desa Wisata Nglinggo. Nglinggo merupakan dusun yang terdapat di Desa Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, dengan perkebunan teh dan kopi serta air terjun yang mengucur di sekitarnya. Pengunjung dapat tinggal dan bersinergi dengan warga untuk terlibat dalam aktifitas penderesan gula aren, mengolah kopi, memetik ujung daun teh dan memerah susu kambing etawa. Selain itu juga pengunjung yang mencintai kesenian dapat belajar kesenian Lengger Tapeng yang khas Dusun Nglinggo.

Desa Wisata Banjaroya dan Desa Wisata Sermo

Setelah dari Nglinggo berpindah ke Kalibawang tepatnya Desa Wisata Banjaroya. Banjaroya berada sekitar 8 km dari Candi Borobudur, Magelang. Berada disini pengunjung bisa tinggal bersama penduduk dan melakoni aktifitas sehari-hari dalam nuansa kekeluargaan yang kental.

Pengunjung dapat juga bersepeda keliling desa menuju Bendung Ancol yang mengalir mengairi Selokan Mataram, mengunjungi Sendangsono, belajar membuat makanan tradisional, belajar seni tradisi, belajar bertani dan beternak. Lengkap tenan yakin. Keramahan masyarakat Menoreh dapat dinikmati disini.

Eh jangan capek dulu saatnya kembali menuju Kokap. Sampailah di Desa Wisata Sermo. Mungkin banyak yang belum tau jika Waduk Sermo merupakan satu-satunya waduk di Yogyakarta. Pengunjung bisa melakukan berbagai kegiatan seperti memancing, berkemah, menaiki kapal berkeliling waduk, bersepeda dan mencicipi aneka produk lokal seperti keripik ikan, gula kelapa dan gula semut.

Desa Wisata Jatimulyo dan Desa Wisata Purwoharjo

Kali ini Desa Wisata Jatimulyo. Desa yang terletak di lereng Bukit Menoreh tepatnya di Girimulyo, Kulonprogo. Wilayah Jatimulyo memiliki potensi alam yang luar biasa banyaknya. Mulai dari kesenian dan budaya, air terjun, tanaman serta goa alam yang siap dijelajahi.

Desa Wisata Kulon ProgoBerada di Jatimulyo, pengunjung dapat menapaki paket wisata susur Goa Kiskendo dan Goa Sumitro, perjalanan ke beberapa air terjun eksotis, perkemahan, agrowisata dan jelajah alam. Semuanya terangkum menjadi pilihan paket wisata yang menarik, terjangkau dan edukatif. Yang khas dari Jatimulyo adalah limpahan air jernih, seperti di Grojogan Sewu, Taman Sungai Mudal dan Air Terjun Mbang Soka.

Setelah dari Jatimulyo perjalanan dilanjutkan menuju Desa Wisata Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Di lokasi ini pengunjung disarankan mencoba paket wisata perkebunan, pertanian serta kesenian. Desa Wisata Purwoharjo atau lebih dikenal dengan Desa Wisata Tinalah, juga memiliki paket wisata cave tubing menyusuri Goa Sriti dan Goa Upas dengan sungai bawah tanahnya.

Masih di Purwoharjo, tepatnya di Dusun Dukuh terdapat sebuah bukit batu yang cocok untuk lokasi panjat tebing. Selain itu warga juga mengajak untuk mencoba belajar batik tulis, melukis, kerawitan, membuat makanan tradisional, menangkap ikan, menyusuri sungai dan menanam padi di sawah yang gembur.

Desa Wisata Banguncipto Towilfiets

Menutup ulasan mengenai desa wisata Kulon Progo, sampailah di Desa Wisata Banguncipto, Sentolo. Menyusuri lingkungan yang sederhana dan bersahaja menggunakan sepeda onthel tua atau pit untho adalah paket wisata utama disini. Digawangi seorang warga pecinta sepeda, Banguncipto, khususnya Dusun Bantar Wetan, mencoba menyajikan kearifan lokal warganya menjadi suguhan yang menenangkan dan sarat akan nilai-nilai humanis.

Desa wisata dengan bentang alam yang bervariasi mencoba menyajikan keunikan masing-masing. Masih dengan tujuan yang sama, yakni mencoba memberikan pembelajaran yang baik, mengenai pentingnya hidup berdampingan dengan harmonis. Tidak hanya sesama manusia namun juga dengan alam. Serta menjunjung tinggi kesederhanaan dan kearifan lokal masyarakat yang sepi ing pamrih tetapi rame ing gawe.

Dengan hadirnya desa wisata Kulon Progo harapannya akan semakin banyak anak-anak yang tidak saja memiliki kompetensi nylekuthis di kelas dunia, namun juga mempunyai keterampilan, kepekaan sosial dan jati diri kebangsaan yang kuat dan baik. Perubahan selalu dimulai dari desa. Salah satunya desa wisata Kulon Progo. (sumber: Dinbudparpora Kulonprogo; foto: http://3.bp.blogspot.com/ dan dok pribadi)

Daftar nomor telepon Desa Wisata Kulonprogo. Klik disini

Related Articles

One thought on “Daya Pikat Desa Wisata Kulon Progo

Tulis komentar Anda. Isi komentar menjadi tanggung jawab pribadi.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Halo, Kulon Progo!

Masyarakat Kulon Progo, penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan di China. Orang yang tertular COVID-19 yang mengalami gejala ringan akan pulih tanpa penanganan khusus. Namun diperlukan penanganan medis yang lebih serius untuk gejala sedang dan berat.

Virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.

Anda dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika Anda berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19. Anda juga dapat tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda.

Sampai saat ini, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati penyakit yang disebabkan virus corona baru (COVID-19). Mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala, dan mereka yang sakit serius harus dibawa ke rumah sakit.

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Tapi bagi sebagian orang yang berisiko tinggi (kelompok lanjut usia dan orang dengan masalah kesehatan menahun, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes), virus corona dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, bahkan menyebabkan kematian. Kebanyakan korban berasal dari kelompok berisiko itu.

Jika memiliki gejala seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, badan lelah, demam dan kehilangan indera penciuman atau pengecap, dihimbau untuk isolasi mandiri di rumah, RS Darurat, RS, maupun RS rujukan untuk pasien COVID-19. Isolasi diri (baik secara mandiri di rumah atau di klinik, puskesmas, dan rumah sakit) minimal 10 hari sejak munculnya gejala ditambah 3 hari. Ditambah dengan kepastian bahwa gejala yang semula muncul sudah benar-benar hilang.

Masyarakat Kulon Progo, Anda dihimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan berkumpul dengan banyak orang. Diwajibkan untuk mengenakan masker, menghindari tempat-tempat dengan risiko penularan tinggi, istirahat yang cukup, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan serta minuman yang sehat.

Jika sangat mendesak atau diperlukan menggelar acara dengan jumlah orang yang banyak, pastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan disiplin, dan laporkan penyelenggaraan kegiatan tersebut kepada satgas COVID-19 setempat.

Update Perkembangan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Kulon Progo: Klik Di Sini.