Gemericik Air Terjun Mbang Soka

Category: Ekonomi, Pariwisata 2,329 2


Betul jika ada yang berfikir keindahan Bumi Menoreh tiada habisnya. Tidak ingin berlebihan. Sekadar mengungkap perasaan heran ketika kearifan lokal yang dibalut keindahan alam, budaya dan ramahnya masyarakat tidak tertoleh sampai. Oh ternyata tertoleh, baru-baru ini saja kan? Sejujurnya wisata adalah potensi yang memiliki banyak nilai tambah. Nilai tambah harus dicari, harus diupayakan, tidak datang dengan sendirinya. Contohnya Air Terjun Mbang Soka. Pernah kesini?

Air Terjun Mbang Soka Melupakan sejenak perasaan capai dan jenuh akan rutinitas sehari-hari, saya memutuskan pergi blusukan ke Kulon Progo. Perjalanan ini sebenarnya sudah lama, kurang lebih satu tahun lalu. Yah waktu itu berkesempatan menikmati Grojogan Sewu, Kulon Progo, untuk kemudian menjajal eksotisnya lokasi wisata lain di Kulon Progo. Saat itu edisi air terjun kembali bertambah, bahkan lebih ekstrem dibanding Grojogan Sewu. Air Terjun Mbang Soka sudah menunggu. Sebuah air terjun yang berada di desa Jatimulyo, Kulon Progo.

Jelajah ini saya ketahui dari kawan yang pernah berbagi cerita perjalanan ke Mbang Soka di facebook. Berhubung tempat ini belum pernah saya datangi dan tempatnya tidak terlalu jauh, maka saya setuju untuk bergabung mengunjungi Air Terjun Mbang Soka.

Waktu itu hari Jumat pertengahan bulan Juli. Kami berkumpul di perempatan Kenteng, sebuah kawasan kebanggaan warga Nanggulan, untuk segera menuju Mbang Soko. Ternyata dari rumah di Bantul memerlukan waktu sekitar 45 menit.

Sesampainya di Kenteng sudah ada kawan-kawan yang nanti juga akan bergabung dalam penjelajahan. Nah karena masih menunggu kawan lain dating, saya meminta izin untuk pergi mengisi oli sepeda motor, karena belum lama ini kendaraan dipakai pergi jauh ke Jakarta. Takutnya nanti njebret di jalan. Setelah mengisi oli saatnya menunggu kawan kawan yang belum datang sambil leyeh-leyeh.

Jelajah menambah kawan

Sembari menunggu, kami mengisi daftar hadir agar jumlah kami tercatat dan selalu aman terkendali. Lha piye siapa tau nanti ketika pulang dari Mbang Soka ada yang kurang hehe. Selain supaya keakraban dan silaturahmi diantara kami senantiasa terjaga.

Perjalanan sedikit tertunda karena ada salah satu kawan yang justru menunggu di perempatan Kenteng yang berada di Turi, Sleman. Nyasarnya cukup jauh dan akhirnya enten-entenan. Sambil menunggu, akhirnya saya memutuskan untuk njepret aktivitas di pagi yang mulai menghangat. Tentu sembari ngobrol dengan kawan seperjuangan jelajah Kulon Progo. Pemandangan sawah yang menghijau, pegunungan yang menjulang dan keceriaan kawan-kawan tak luput dari jangkauan lensa kamera yang saya bawa.

Di tengah obrolan itu, saya mendengar kabar dari obrolan kawan lain bahwa tanah dan sawah yang ada di sekitar perempatan Kenteng nantinya akan menjadi tanah kapling. Semoga kapling-kapling tersebut masih lama dibangun agar anak cucu masih bisa menikmati pemandangan yang indah di perempatan kecil ini.

Setelah sekitar satu jam menunggu dari pukul 08.00, rombongan berangkat menuju Air Terjun Mbang Soka. Perjalanan ke arah barat penuh dengan tantangan. Jalan yang berliku, indahnya pemandangan, sering membuat kami terkesima dan tidak fokus pada rute perjalanan.

Perjalanan ke Mbang Soka mengikuti rute ke arah Goa Kiskendo, Girimulyo. Dari Goa Kiskendo naik terus, setelah itu ada pertigaan, nah dari pertigaan ambil arah ke Gunung Kelir atau arah ke Waduk Sermo, jangan yang ke Seplawan. Setelah itu akan terlihat plakat bertuliskan SD Sokomoyo di kiri jalan. Di titik ini belok kiri mengikuti arah SD.

Akhirnya sampai di desa Jatimulyo. Desa yang tengah naik daun karena munculnya banyak lokasi wisata yang sebelumnya tersembunyi. Jika bingung atau tersesat saat menuju Jatimulyo jangan sungkan untuk bertanya. Warga Girimulyo pasti memberikan petunjuk jalan. Ditambah bonus sapaan khas pegunungan yang ramah.

Air Terjun Mbang SokaKetika menjelajah daerah Girimulyo, sebenarnya banyak tempat wisata yang layak dikunjungi. Di sekitar Goa Kiskendo saja masih ada Goa Sumitro, Grojogan Sewu, Watu Blencong, Goa Kidang Kencono, Tamanan, Goa Maria Lawangsih, Air Terjun Pelangi Sigembor, Embung Kleco dan Bendung Kayangan. Satu lokasi dengan lokasi yang lain tidak terpaut jarak terlalu jauh.

Satu yang harus diingat, untuk kawan-kawan yang hendak menjelajah pelosok Menoreh hendaknya mengecek kondisi kendaraan terlebih dahulu, karena nantinya akan banyak rute menanjak dan cukup menantang. Meskipun jalan aspal sudah halus sampai ke desa-desa. Untuk makanan saya menyarankan untuk membeli jajanan di lokasi wisata aja sih, itung-itung membantu warga lokal.

Setelah melewati perjalanan panjang nan berliku, akhirnya kami sampai di sebuah rumah dan memarkirkan kendaraan disini. Suasana hangat dan nyaman seketika tercipta di siang yang dingin itu. Kami disambut dengan ramah oleh sang empunya rumah. Padahal sama sekali kami belum pernah bertemu dengan pemilik rumah ini sebelumnya.

Setelah bercengkrama dan beramah tamah, saatnya menyusuri jalan setapak beralaskan tanah menuju lokasi Mbang Soka. Pertama sempat dibuat bingung perjalanan harus dilanjutkan ke arah mana. Namun setelah mendapat arahan dari pemilik rumah ternyata menuju belakang rumah beliau. Keren juga ya ada air terjun di belakang rumah.

Saat perjalanan dilakukan puji syukur jalan setapak tanah tidak dalam keadaan becek. Beruntung juga daerah ini memiliki nuansa alam yang dingin, sehingga puasa Juli tahun lalu tidak semakin berat hehe. Sedikit mengingatkan, puasa jangan dijadikan alasan supaya tidak bersemangat beraktifitas lho.

Langkah demi langkah menuju Mbang Soka merupakan pengalaman yang luar biasa. Sambil berjalan menuju lokasi air terjun saya jumpai beberapa keunikan, seperti tempat tadah air yang terbuat dari bambu, pohon buah cokelat, hewan hewan pegunungan dan masih banyak lagi. Khusus untuk tempat tadah air, airnya aliran dari air terjun. Luar biasa memang.

Sebenarnya jalan kaki menuju Mbang Soka bukan aktifitas yang sulit karena ternyata rutenya mudah. Tinggal ikuti rute jalan setapak sampailah kita di muka air terjun. Jika beruntung, saat berjalan kaki kita akan bertemu dengan warga yang hendak berengkat atau pulang dari hutan.

Mbang Soka di depan mata

Setelah berjibaku dengan tanjakan dan turunan, melihat rumpun pohon bambu dan mendengar gemericik air sungai yang semakin deras, akhirnya perjalanan sampai di sebuah sungai. Sungai dengan aliran air yang sangat jernih. Pantulan sinar matahari memunculkan efek keemasan. Sungguh pemandangan yang cantik. Perjalanan tinggal beberapa saat lagi.

Setelah puas berlama-lama di aliran sungai perjalanan dilanjutkan menuju puncak aliran sungai. Sebenarnya beberapa kawan ingin nyegur merasakan segarnya air sungai tapi apa daya sekarang masih bulan puasa, takut batal katanya.

Air Terjun Mbang SokaSetelah melalui berbagai keunikan alam Jatimulyo akhirnya kami sampai di Curug atau Air Terjun Mbang Soka. Di depan mata saya mengalir air terjun indah dan masih sangat asri. Debit airnya deras memungkinkan wisatawan yang membawa pakaian ganti mandi di bawah kucuran air jernih yang nggrojok dari atas bukit.

Keunikan yang dimiliki Air Terjun Mbang Soka memang berada di samping sebuah tebing batu tinggi yang menjulang layaknya bukit. Pada awalnya khawatir jika tebing batu ini akan longsor. Setelah dicek ternyata tebing tersebut bukanlah tanah tapi sedimen batu yang amat keras.

Mbang Soka memiliki tiga curug. Dua buah curug kembar dan berlumut. Curug yang lain agak besar dan terdapat semacam kolam dengan air yang begitu jernih. Sungguh tampilan yang menakjubkan khususnya bagi kawan-kawan pecinta wisata alam. Kesederhanaan nuansa desa ditutup dengan karya Tuhan yang membius, seketika pikiran menjadi fresh melihat pemandangan yang jarang saya temui ini.

Oiya, ketika menyusuri alam lepas, jangan lupa untuk selalu mengingat siapa pencipta keindahan ini. Alam adalah representasi karya Tuhan. Dekat dengan dengan alam berarti mendekatkan diri pada Tuhan. Mencoba untuk selalu menyukuri anugerah dan karya-Nya yang agung. Selamat berjalan jalan kawan, jangan lupa jajan-jajan ya. Terus setelah ini kemana lagi? Ada yang mau ajak? (foto: www.angkisland.com)

Related Articles

2 thoughts on “Gemericik Air Terjun Mbang Soka

  1. Agung SB

    Terimakasih ya mas untuk ulasan air terjun mbang Soka. Mantapphh. Saya sering ke Yogya tapi terkadang ingin cari tempat wisata yang lain, tidak hanya itu-itu saja. Lain kali lengkapi dengan rutenya mas agar mempermudah orang-orang yang akan berkunnjung. Terimakasih. Salam untuk orang-orang yang anda cintai.

    Reply

Tuliskan Komentarmu