Konsep Baru Pawai Karnaval Kulon Progo

Category: Pendidikan, Sosial 2,360 0


Sebuah truk disewa seminggu sebelum acara. Badan truk kemudian dicuci bersih sampai rontokan tanah di baknya hilang terbawa air. Di hari biasa truk ini bahu membahu mengangkut tanah uruk ke penjuru Kulon Progo. Jika biasanya mengangkut material, seminggu lagi beralih fungsi membawa serombongan warga. Beginilah, beberapa masyarakat Kulon Progo sedang merencanakan perjalan ke pusat kota Wates untuk melihat Pawai dan Karnaval Kulon Progo.

pawai dan karnaval kulon progoKisah ini bukan dongeng kancil nyolong timun atau legenda putri duyung yang tidak benar-benar ada. Kenyataannya banyak masyarakat Kulon Progo dengan antusias jauh-jauh datang ke Wates untuk melihat Pawai dan Karnaval Kulon Progo yang rutin diselenggarakan Dinas Pendidikan Kulon Progo.

Masalahnya, tahun ini mereka kecelik dengan penyelenggaraan yang dirasa tidak dikoordinir dengan baik. Ini bukan angapan Admin Brewok yang kecewa karena nonton dewekan tanpa pacar tetapi berangkat dari komentar dan usul netizen di sosial media yang berhasil kami rangkum.

Sebelumnya tidak untuk menyalahkan atau menyudutkan pihak tertentu. Tidak sama sekali karena apa juga sih gunane? Ya kan? Mending mari hajatan besar tahunan ini dikelola dengan lebih baik, libatkan banyak pihak lalu susun terobosan kreatif. Supaya pawai dan karnaval jadi suguhan yang nyaman, menghibur, edukatif juga inspiratif bagi kemajuan Kulonprogo.

Menghargai kerja keras

Biasanya, saat tanggalan masuk bulan Agustus yang ditunggu bukan tanggal gajian atau kapan kolam nila di rumah bisa dipanen, tetapi kepikiran dua acara yang biasanya diadakan berurutan. Masyarakat Kulonprogo menanti helatan pawai dan karnaval selama satu tahun untuk bersama berbagi sukacita dan menunjukan semangat kebersamaan, bukankah ini baik?

Begini, hanya ada tiga acara yang mujarab menyatukan masyarakat Kulonprogo dari berbagai wilayah, kalangan dan minat ke dalam satu aktivitas yang sama. Pertama Kulonprogo Expo, kedua karnaval Agustusan, yang ketiga ya pawai Agustusan. Jika digarap maksimal, tiga acara ini  menyimpan potensi percepatan pembangunan Kulonprogo. Yah, mungkin cuma Ultramen, Doraemon atau manusia sekelas Baja Hitam yang sadar potensi tiga acara tadi.

Ini masalahnya, bagaimana mengkonversi semangat merayakan Kemerdekaan menjadi suguhan yang nyaman, menghibur, edukatif juga inspiratif? Faktanya, banyak keluhan netizen terkait pilihan rute, carut marut start, penonton yang membludak, lalu lintas macet dan sampah pasca acara. Bukan perkara gampang buat mengatasi masalah ini, tetapi tidak ada yang tidak mungkin.

Dari sisi peserta, masyarakat bekerja keras gotong royong menyiapkan detail konten dan memirkan bagaimana sajian mereka bisa menghibur masyarakat. Tidak kah ini persembahan yang harus kita hargai? Atau jika kurang, berapa lama anak-anak berlatih drumband dan baris berbaris itu? Bukankah ini pemberian yang harus kita hargai?

Kami yakin pawai dan karnaval menjadi suplemen mujarab untuk menggenjot pembangunan. Nah untuk menuju kesana, pawai dan karnaval harus dikemas apik. Dicarikan lodong yang menarik. Karena itu perlu dirumuskan berbagai jalan keluar. Sebelum bulan Agustus datang, sebelum mantanmu rabi.

Yang kudu segera dipikirke antara lain memastikan jumlah peserta sejak beberapa hari sebelum hari pementasan. Htung dengan akurat durasi display peserta. Persiapkan tempat parkir. Mengantisipasi jumlah penonton dan posisi duduk mereka. Pengalihan jalur untuk memecah lalu lintas. Lalu memikirkan bagaimana sampah yang mengotori pasca acara bisa dikurangi.

Dari masalah yang dari tahun ke tahun muncul, ada tiga hal yang mendesak dimaksimalkan supaya pawai dan karnaval menjadi suguhan yang nyaman, menghibur, edukatif juga inspiratif bagi kemajuan Kulonprogo.

Tiga hal yang kami maksud yakni regulasi, relawan yang turun tangan dan optimalisasi sosial media. Oiya, asumsi rute pawai tetap dimulai di Alun-alun Wates menuju Kantor Dinas Pariwisata, lalu Dayakan dilanjut arah Pengasih, perempatan KUD Pengasih, Polsek Wates dan berakhir di Alun-alun Wates.

Regulasi tegas

Untuk memberi kenyamanan bagi peserta dan penonton bisa dimulai dari penyelenggaraan technical meeting minimal 2 hari sebelum acara. Fungsi technical meeting sangat vital untuk menjelaskan segala detail peraturan, lengkap dengan konsekuensi jika peraturan ini dilanggar. Seluruh perwakilan peserta harus terdaftar minimal 4 hari sebelum tampil dan harus datang saat technical meeting. Jika tidak, konsekuensinya tidak bisa mengikuti pawai. Sudah, tegas saja.

Semua peserta wajib datang sebelum kelompok pertama start. Posisi antrian dan urutan start sudah ditentukan saat technical meeting. Kelompok yang datang terlambat kurangi saja pointnya lalu otomatis start paling belakang. Ketegasan saat start akan mengurangi kericuhan di rute maupun di lokasi start.

pawai dan karnaval kulon progoPenyelenggara harus menunjukan dimana lokasi juri berada selain juga membatasi jumlah dan durasi display formasi. Panitia berhak menentukan di titik mana display formasi dilakukan. Tiga titik yang relevan untuk menampilkan display yaitu saat start, kedua di sekitar pertigaan Dinas Ketenagakerjaan, ketiga di pertigaan Dayakan. Di luar lokasi ini tidak diperkenankan. Jika ada yang melanggar kurangi pointnya. Simple kok.

Untuk mengawasi setiap peserta, panitia bisa kerjasama dengan Purna Paskibraka Indonesia Kulonprogo. Puluhan anggota Purna Paskibraka Indonesia akan berbaur dengan penonton untuk mengawasi peserta yang tidak menjalankan peraturan. Anggota Purna Paskibraka Indonesia diberikan hak untuk melaporkan berdasarkan bukti kepada dewan juri terkait pelanggaran yang dilakukan peserta.

Selain itu, kudumen diatur pula jumlah official setiap peserta. Yang dimaksud official yakni orang-orang diluar jumlah peserta dalam satu kelompok. Jumlah official yang diperkenankan mengikuti rombongan tentukan saja tiga orang per kelompok. Hal ini penting untuk menghindari penumpukan jumlah personil dalam satu kelompok peserta. Setiap official yang terdaftar diberikan tanda pengenal oleh penyelenggara Pawai dan Karnaval Kulon Progo. Anggota Purna Paskibraka Indonesia pula lah yang akan mengawasi hal ini.

Selain itu, perlu dipikirkan juga lokasi parkir untuk mengurangi penumpukan kendaraan di bahu jalan. Tidak perlu mahal cukup Rp 1000,- untuk satu kendaraan sekali parkir. Nah terkait ide ini ada beberapa tempat yang sakjane bisa dijadikan kantung-kantung parkir. Seperti  Alun-alun sisi selatan, BOPKRI, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga, Kejaksaan Negeri, jalan di samping DPRD, Perpustakaan Daerah, jalan Tobanan arah Miri, SMK 1 Pengasih, SMP 1 Pengasih, MAN 1 Wates, UNY Wates dan Polsek Wates.

Jika ingin lebih tertib, peran Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja Kulonprogo bisa dimaksimalkan dengan menurunkan lebih banyak anggota guna menutup rute pawai dan karnaval selama acara berlangsung. Perbanyak plastik merah yang digunakan untuk nyegati jalan itu. Supaya penonton tau bahwa regulasi tidak memperkenankan kendaraan apapun berjalan di samping peserta saat pawai dan karnaval berlangsung. Baiknya rekayasa lalu lintas juga segera dirumuskan. Pelaksanaannya harus tegas.

Relawan jadi solusi

Relawan jadi ngehits jelang pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden. Nah, bagaimana jika pawai dan karnaval tahun depan mengajak masyarakat ambil bagian menjadi relawan? Konsep relawan dipakai untuk membangun pemahaman bahwa pawai dan karnaval adalah milik masyarakat Kulonprogo. Sebagai helatan yang dimiliki masyarakat, peran relawan rasanya manjur mendongkrak kualitas acara.

Selain mengusulkan pada adik-adik supaya tidak kesusu rabi, kami juga mengusulkan kepada penyelenggara untuk mengajak relawan kemudian membagi mereka ke dalam beberapa fokus pekerjaan. Tugas yang bisa dilakukan seperti mengatur posisi duduk penonton, mengkondisikan pleton agar tetap kondusif, mengatur motor yang diparkir terlalu ke tengah jalan dan membagi kantung plastik besar sekaligus mencontohkan kepada penonton untuk membuang sampah ke dalam kantung-kantung plastik.

Setiap sekolah dan institusi bisa diwajibkan mengirim 3 orang yang akan dimohon bantuannya untuk mengambil peran menjadi relawan. Kepada mereka diberikan sertifikat sebagai ucapan terimakasih atas peran serta sepanjang acara. Ide menghadirkan relawan bisa dimulai dari promo dan sosialisasi di sosial media. Sakjane inilah ujung tombak sebuah acara. Promo dan sosialisasi.

Optimalisasi sosial media

Selama ini sosial media dianggap remeh temeh, padahal fungsinya besar. Sebagai acara yang dikelola oleh pemerintah dibantu seluruh masyarakat, perlu kiranya penyelenggara mempromo dan mensosialisasikan detail acara Pawai dan Karnaval Kulon Progo jauh hari memanfaatkan sosial media. Tidak hanya rute, tanggal dan tema acara, tetapi juga banyak hal lain yang menunjang jalannya acara.

pawai dan karnaval kulon progoPengalihan jalur, tata tertib pawai dan karnaval, informasi pendaftaran relawan, himbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan, arahan untuk tidak ikut berjalan saat acara berlangsung dan masih banyak hal lain yang bisa didoktrinasi ke masyarakat lewat sosial media. Ah jangan-jangan cuma Ultraman, Doraemon atau Baja Hitam saja yang sadar pentingnya sosial media.

Kekuatan super sosial media bisa dipakai untuk njlentrehke apa saja sih yang bisa dilakukan peserta dan penonton agar berperan membuat Pawai dan Karnaval Kulon Progo dapat berjalan dengan baik. Begini, buat saja seperti apa yang saat kampanye tempo hari ngetren yaitu infografis. Infografis sederhananya berisi informasi mengenai petunjuk tentang sesuatu dipadu dengan gambar yang menarik.

Panitia bisa membuat infografis yang isinya petunjuk menonton Pawai dan Karnaval Kulon Progo supaya seseorang dianggap nggantheng setelah melaksanakan petunjuk itu. Jadi tidak hanya setelah ibadah saja seseorang bisa dikatakan nggantheng. Contoh, mari membuat infografis yang isinya mengajak satu orang penonton membawa satu kantong plastik untuk menyimpan sampahnya sendiri, sehingga sampah tidak berserakan sepanjang acara.

Gerakan seperti di atas bisa ditambah gerakan datang tepat waktu, gerakan menonton dengan tidak terlalu mepet peserta, tidak melanggar rekayasa lalu lintas dan sebagainya. Sederhana memang tetapi kalau mau dicoba kami kok yakin bisa jadi salah satu jalan keluar.

Yah gimanapun juga ini hanya usul. Usul boleh diterima boleh ditolak. Kakanda dan adinda penyelenggara Pawai dan Karnaval Kulon Progo kami yakin adalah orang-orang super seperti kata Mario Teguh. Orang-orang super yang pasti mau berepot-repot ria melakukan koordinasi untuk mengkreasi acara menjadi tontonan yang ciamik.

Jika tidak mau direpotkan demi acara yang berdampak baik bagi Kulon Progo, coba hubungi event organizer kayak kancaku yang minggu lalu rabi. Tidak repot, gampang selama ada uang, banyak relasi sponsor dan bisa didirect sesuai konsep klien. Eh tapi mbuh ngopo tiap krungu kata rabi sirahku mumet. (foto: Benidictus Siregar)

Related Articles

Add Comment

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.