Aroma Menggoda Kopi Sulingan Girimulyo

Category: Ekonomi, Sosial 2,054 0
Sabtu, 4 April 2021 | Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Kulon Progo temukan ikan berformalin di Pasar Bendungan dan Pasar Glaeng.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Kasus penularan covid-19 di klaster Sangon Kecamatan Kokap, Kulon Progo, mencapai lebih dari 107 orang
Sabtu, 15 Mei 2021 | Kunjungan wisatawan di Pantai Glagah, Temon, melonjak hingga 1000 lebih pada Sabtu akhir pekan ini.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melakukan uji coba pembelajaran tatap muka setelah Lebaran 2021
Sabtu, 15 Mei 2021 | Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Wates mengadakan kunjungan virtual Lebaran bagi warga binaan pemasyarakatan menggunakan 6 komputer.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Badan Otorita Borobudur (BOB) sebagai wujud sinergi pengembangan wisata.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo mencapai 26,9% atau sebanyak 28.333 warga dari total 105.298 sasaran pada gelombang pertama.


Alam Girimulyo, Kulon Progo, jauh dari polusi dan bisingnya aktifitas perkotaan. Udara dingin nan sejuk menyapa kami setibanya di daerah dengan tanaman rindang. Terletak di dataran tinggi perbukitan Menoreh, suasana hening menghiasi perjalanan di Girimulyo. Kami menyambangi produsen kopi yang dikenal dengan nama Kopi Sulingan.

kopi sulingan girimulyoKopi Sulingan dihasilkan di Desa Jatimulyo. Desa yang sengaja kami datangi untuk mengesampingkan dulu aktifitas rutin yah supaya penatnya hilang. Lagipula bisa untuk mencari inspirasi lain, khususnya membuktikan cerita tentang nikmatnya Kopi Sulingan, kopi khas Menoreh.

Jatimulyo terletak di dataran tinggi perbukitan Menoreh. Masyarakat Kulon Progo konon menganggap Girimulyo sebagai surganya wisata Kota Geblek. Punggung Menoreh sendiri membentang di 3 kabupaten yakni wilayah Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Magelang. Uniknya, tiga kabupaten ini memiliki kesenian yang hampir identik yakni tarian Angguk.

Mungkin anggapan bahwa Girimulyo adalah surga wisata Kulon Progo ada benarnya. Berbagai obyek wisata alam di Kulon Progo memang banyak terdapat di kawasan Girimulyo. Yang menjadi primadona sebut saja Gua Kiskendo, Taman Sungai Mudal, dan Kedung Pedut. Sebenarnya Jatimulyo hanya salah satu dari 4 desa yang ada di Girimulyo. Diantaranya Giripurwo, Pendoworejo, Purwosari dan Jatimulyo tadi. Kalau mau dihitung jumlah RT disana sekitar 348 RT.

Perjalanan kali ini bukan untuk menikmati eksotisnya alam Girimulyo tetapi ingin mencicipi salah satu kopi varian lokal bernama Kopi Sulingan. Kopi industri rumahan yang dikelola langsung oleh warga Jatimulyo. Untuk warga Girimulyo sepertinya tidak asing dengan Kopi Sulingan, tetapi merk kopi yang masih dijual terbatas ini jarang terdengar bagi masyarakat Kulon Progo yang lain. Kopi memang tidak terlalu terdengar gaungnya. Belum semencuat geblek, durian atau manggis yang lebih dulu populer.

Saat tiba, kami disambut dengan hangat oleh Mas Kelik. Kelik merupakan salah satu pemilik tempat pengolahan Kopi Sulingan. Di rumahnya yang sederhana, biji kopi diolah menjadi Kopi Sulingan yang siap di minum. Maka tak heran banyak dijumpai biji kopi yang sedang dijemur bersebelahan dengan penjemuran cengkeh didepan halaman rumahnya.

Buah kopi berkualitas yang diolah menjadi Kopi Sulingan diperoleh dari sejumlah petani kopi di perbukitan Menoreh, Kulon Progo. Buah kopi yang dihasilkan tanah subur Menoreh dibeli saat masa panen tiba. Kelik bersama satu orang pegawai mengolah buah kopi menjadi bubuk kopi. Proses pengolahannya masih dengan cara tradisional di rumahnya.

kopi sulingan kulon progoSetelah bahan baku didapat, buah kopi disortir berdasarkan kualitas. Cara membandingkannya dengan memilih buah kopi yang sudah berwarna merah. Warna merah pada buah kopi menandakan buah ini bagus untuk diolah. Buah kopi kemudian digiling dan dipisahkan dari kulitny. Sebelum digiling buah kopi melewati proses fermentasi dengan direndam air bersih selama 8 jam. Setelah biji kopi terpisah dari kulit dicuci kembali hingga bersih kemudian dijemur di bawah terik matahari selama beberapa hari.

Biji kopi baru bisa dimasak atau masuk proses roasting ketika benar-benar kering. Terbatasnya alat yang ada di Girimulyo menjadikan proses roasting tidak dapat disaksikan. Proses roasting harus dilakukan di Kota Yogyakarta karena para pengusahan rumahan belum memiliki alat ini.

Perbincangan di rumah sang pembuat kopi semakin menarik. Kelik menuangkan wadah berisi biji Kopi Sulingan jenis robusta. Kopi diseduh dengan air panas yang kemebul, menambah sensasi nyaman tinggal berlama-lama di Jatimulyo. Sebuah desa asri yang dikepalai seorang dalang. Ki Anom Sucondro namanya. Yang sering nonton wayang pasti tau.

Dapat dikatakan Jatimulyo merupakan desa dengan tempat wisata paling banyak di Kulon Progo. Udara Jatimulyo berhembus menyebarkan harumnya aroma Kopi Sulingan. Rasa kopi yang nikmat dengan kekentalan yang pas. Ditambah sajian Geblek, makanan khas Kulonprogo, menjadikan paduan hidangan ini begitu istimewa. Seistimewa kamu pokoknya.

Burung Sulingan

Sulingan yang dijadikan merk kopi di Jatimulyo sebenarnya salah satu jenis burung yang banyak hidup di daerah Jatimulyo, Girimulyo. Burung Sulingan atau yang di tempat lain disebut Tledekan sering hinggap di pohon-pohon kopi. Inilah yang menjadi alasan mengapa kopi ini dinamakan Kopi Sulingan.

Sejauh ini Kopi Sulingan baru melayani konsumen dengan produk hasil grinder atau bubuk kasar. Semuanya dikemas dalam kemasan yang cukup praktis. Satu kemasan berisi 100 gram bubuk kopi dibagi berdasarkan jenis kopinya. Kopi Sulingan jenis Arabika dijual seharga Rp 30.000 dan Robusta dijual seharga Rp 15.000. Relatif terjangkau.

kopi sulingan

Kopi Sulingan belum memiliki kedai. Impian Kelik untuk memiliki kedai akan terus diupayakan olehnya. Dengan Kopi Sulingan ia berharap variasi kuliner di Kulon Progo menjadi lebih beragam dan suatu saat menjadi salah satu komoditi andalan guna menunjang banyak objek wisata di Girimulyo dan khususnya Kulon Progo.

Selama ini pengunjung yang ingin mencicipi Kopi Sulingan harus menghubungi dirinya terlebih dahulu, mengingat jalur yang ditempuh lumayan jauh dan ketersediaan kopi juga terbatas.

Bagi penikmat kopi produksi lokal, sangat disarankan mengunjungi tempat pengolahan Kopi Sulingan di Girimulyo, mencicipi kopinya dan jangan lupa membawanya pulang untuk dinikmati di rumah. Selain menikmati hangatnya seduhan kopi, pengunjung dapat berwisata di beberapa obyek wisata Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo. Kurang seru gimana Girimulyo. Ya kan? Ajak pacarmu kesini yah. Jangan pacarnya temen.

(Garis besar tulisan ini pernah dipublikasikan di CNN Student dan Detik Travel oleh penulis)

Related Articles

Tulis komentar Anda. Isi komentar menjadi tanggung jawab pribadi.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Halo, Kulon Progo!

Masyarakat Kulon Progo, penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan di China. Orang yang tertular COVID-19 yang mengalami gejala ringan akan pulih tanpa penanganan khusus. Namun diperlukan penanganan medis yang lebih serius untuk gejala sedang dan berat.

Virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.

Anda dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika Anda berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19. Anda juga dapat tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda.

Sampai saat ini, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati penyakit yang disebabkan virus corona baru (COVID-19). Mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala, dan mereka yang sakit serius harus dibawa ke rumah sakit.

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Tapi bagi sebagian orang yang berisiko tinggi (kelompok lanjut usia dan orang dengan masalah kesehatan menahun, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes), virus corona dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, bahkan menyebabkan kematian. Kebanyakan korban berasal dari kelompok berisiko itu.

Jika memiliki gejala seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, badan lelah, demam dan kehilangan indera penciuman atau pengecap, dihimbau untuk isolasi mandiri di rumah, RS Darurat, RS, maupun RS rujukan untuk pasien COVID-19. Isolasi diri (baik secara mandiri di rumah atau di klinik, puskesmas, dan rumah sakit) minimal 10 hari sejak munculnya gejala ditambah 3 hari. Ditambah dengan kepastian bahwa gejala yang semula muncul sudah benar-benar hilang.

Masyarakat Kulon Progo, Anda dihimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan berkumpul dengan banyak orang. Diwajibkan untuk mengenakan masker, menghindari tempat-tempat dengan risiko penularan tinggi, istirahat yang cukup, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan serta minuman yang sehat.

Jika sangat mendesak atau diperlukan menggelar acara dengan jumlah orang yang banyak, pastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan disiplin, dan laporkan penyelenggaraan kegiatan tersebut kepada satgas COVID-19 setempat.

Update Perkembangan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Kulon Progo: Klik Di Sini.