Kulon Progo Membutuhkan Sosial Media

Category: Hukum, Sosial 835 0


Akses internet mempermudah seseorang mencari informasi apapun termasuk cari jodoh buat yang terlalu lama sendiri. Pertanyaannya, apakah perkembangan teknologi khususnya sosial media telah maksimal dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo? Impian kami, setiap instansi dan kantor kecamatan di Kulon Progo memanfaatkan sosial media yang dikelola tim humas masing-masing. Tidak bertumpu pada humas sentral di kabupaten.

sosial media kulon progoMungkin banyak yang belum tau jika Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memiliki Sistem Aduan Masyarakat Kulon Progo yang dapat diakses online, kemudian aduan akan disampaikan kepada instansi terkait. Selain itu juga ada nomor aduan. Open House di Rumah Dinas Bupati Kulon Progo. Tidak ketinggalan twitter dan facebook.

Berdasarkan alur aduan dalam SOP Sistem Aduan Masyarakat Kulon Progo yang terbit tahun 2013, sebenarnya sistem aduan ini cukup baik tetapi prosesnya panjang dan masyarakat tidak mendapat informasi mendalam. Open House di Rumah Dinas Bupati juga bagus tapi bagaimana jadinya jika kami bekerja dari pagi atau tinggal di luar daerah? Idealnya setiap instansi dan kantor kecamatan memiliki tim humas yang bahu membahu menyampaikan informasi terkait instansi masing-masing. Melalui sosial media birokrasi dapat dipangkas model cepak sehingga prosesnya lebih cepat.

Jika ada pertanyaan atau gagasan dari masyarakat, tim humas masing-masing instansi dan kantor kecamatan dapat langsung memention warga tersebut sehingga terjalin komunikasi dua arah. Komunikasi melalui sosial media dapat diakses secara bebas dan diketahui oleh ribuan warga yang lain. Sejauh ini official twitter dan facebook kabupaten hanya menyampaikan berita satu arah yang telah diupload di official website kabupaten. Mohon maaf menurut kami kurang efektif.

Mungkin ini bisa jadi contoh, ketika Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo bekerja sama dengan mahasiswa universitas tertentu mengadakan penyuluhan malaria di Cerme, Panjatan. Saat itu juga melalui twitter atau facebook, Dinas Kesehatan Kulonprogo dapat berbagi situasi terkini di lokasi penyuluhan. Lengkap dengan konten penyuluhan yang disebarkan secara viral sehingga semua warga Kulon Progo mendapat informasi yang sama.

Contoh lain misalnya Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Kulon Progo mengadakan pendampingan pembuatan toko online terhadap pengusaha gula semut di Kokap. Saat kegiatan berlangsung tim humas dapat memfoto produk olahan gula semut termasuk alamat pengusahanya, kemudian disebarkan melalui sosial media twitter atau facebook. Selipkan juga ajakan agar masyarakat berkenan mengkonsumsi produk-produk asli Kulon Progo.

Terakhir, misalnya Kantor Kecamatan Sentolo sedang melayani pengurusan KTP. Foto saja prosesnya atau buatlah infografis bagaimana proses pembuatan KTP. Selain itu, melalui sosial media, kantor kecamatan dapat mensosialisasikan anjuran untuk tidak melakukan pernikahan dini. Kantor kecamatan juga bisa diberikan tanggungjawab untuk mempromosikan potensi wilayahnya masing-masing.

Dimana harus mengadu?

Selain mention galau karena skripsi nggak rampung-rampung sedangkan kanca sepantaran sudah banyak yang rabi, banyak pertanyaan lain di twitter kami. Antara lain menanyakan bagaimana cara membeli air mineral AirKu? Pohon perindang jalan tumbang lapor ke siapa? Selain itu juga ada laporan tentang aspal yang hancur dan tetangga sepuh yang hidup seorang diri. Dimana kami harus menanyakan solusi dengan proses yang sederhana, cepat tapi tetap efektif?

Di samping itu masih di kolom mention twitter, ada saja warga yang memberikan apresiasi. Pernah suatu kali seorang warga berterimakasih karena jalan desanya tidak lagi jeblok setelah mendapat bantuan belasan sak semen. Ada juga warga yang berterimakasih karena mencari KTP tidak lagi ribet. Selain memuji, memang ada satu dua yang mengeluh dengan nada tinggi. Yah wajarlah selama masih dalam koridor yang baik.

Inilah beberapa mention yang acap kali muncul. Melihat pertanyaan, gagasan, kritik dan apresiasi di atas kami hanya bisa menunjukan nomor telepon, alamat dan email instansi terkait.

Nomor telepon, alamat dan email

Lho kan menghubungi lewat telepon, surat atau email sudah cukup? Jawabnya belum cukup. Masalahnya tidak semua orang punya akses memadai untuk telepon atau berkirim surat. Jaman sekarang mending beli paket internet daripada pulsa telepon.

Selain itu beberapa instansi masih aras-arasen menggunakan email. Masih lebih nyaman menggunakan cara konvensional berkirim surat dalam bentuk cetak. Dalam aspek formal ini tidaklah salah tetapi alangkah baiknya dilengkapi dengan saluran lain yakni sosial media.

Memanage sosial media sebagai saluran informasi dua arah memang bukan perkara mudah. Sama seperti merawat manuk cucak rowo yang konon dowo buntute itu. Kalau dipikir repot juga lho ya merawat cucak rowo tuh, tetapi ketika melakukannya dengan senang hati ya berasanya enteng-enteng saja.

Perlu totalitas, ketelatenan, kepekaan dan reaksi cepat untuk menanggapi dan berbagi informasi sekecil apapun. Ingat, hampir semua warga kategori usia produktif memiliki setidaknya satu sosial media. Jika dapat menangkap fenomena ini dengan baik, sejujurnya sosial media dapat menjadi pemacu percepatan pembangunan. Jos kan?

social media kulon progoPertanyaan selanjutnya, apakah pemerintah kabupaten Kulon Progo sudah memanfaatkan sosial media untuk menularkan kebanggaan kedaerahan? Apakah pemerintah sudah menggunakan sosial media untuk menggelorakan semangat persatuan? Apakah pemerintah sudah memanfaatkan sosial media untuk mempromosikan potensi lokal? Apakah pemerintah sudah menggunakan sosial media untuk mengkonsumsi produk lokal? Mohon maaf sekali lagi, jawabnya belum.

Minimal facebook dan twitter

Masyarat Kulon Progo memerlukan wadah untuk menyampaikan pertanyaan, gagasan, kritik dan apresiasi kepada instansi yang bersangkutan untuk dapat direspon dengan cepat. Wadah yang kami maksud bukan perkumpulan atau ormas namun saluran online official instansi kabupaten yang dapat diakses dengan mudah, cepat dan efektif oleh warga. Saluran online sosial media ini bisa berupa twitter atau facebook yang penggunaannya relatif gampang.

Lebih dahsyat lagi jika setiap instansi rutin mengupdate informasi kaitannya dengan aktifitas kerja masing-masing pada website. Berkas surat menyurat tak perlu diambil di kantor tapi bisa masyarakat download di website masing-masing instansi misalnya. Website yang menarik dan lengkap dipadu dengan sosial media yang informatif. Yakinlah akan menjadi perpaduan yang gurih bak soto sapi.

Tentu dalam menyampaikan pertanyaan, gagasan, kritik dan apresiasi harus dengan guyon gayeng, santun dan sopan. Tidak menutup kemungkinan pasti selalu ada masyarakat yang menggunakan diksi tidak santun dan tidak sopan, bahkan cenderung kasar. Masyarakat yang seperti ini tidak usah dijawab. Tidak perlu diladeni.

Melalui saluran online official instansi ini Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dapat melatih warga bersikap santun dan sopan. Membangun komunikasi yang intens dengan masyarakat. Mempromosikan potensi lokal. Membangkitkan kebanggaan kedaerahan. Sekaligus menangkal pemahaman yang keliru terhadap isu-isu negatif yang berkembang di masyarakat sehingga tercipta masyarakat yang rukun dan saling menghormati satu sama lain. Keren kan?

Mungkin Pak Bupati bisa membuat surat edaran agar setiap instansi dan kantor kecamatan memiliki tim humas masing-masing yang secara khusus bertugas mengelola sosial media.

Dalam penerapannya perlu kerja ekstra dari tim humas kabupaten Kulon Progo, instansi dan seluruh kantor kecamatan. Tetapi jika memang tulus ingin melayani, kami rasa bukan tidak mungkin official sosial media pada setiap instansi dan kantor kecamatan dapat menjadi pelumas bagi rantai mobil pembangunan di Kulon Progo.

Ngomong-ngomong soal mobil, sudahkah foto imut kekinian di mobil? (foto: www.maps.google.id)

Related Articles

Add Comment

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.