Surat Terbuka Untuk Hasto Wardoyo

Category: Ekonomi, Sosial 4,123 7


Surat ini untuk Hasto Wardoyo sebagai Bupati Kulon Progo.. Banyak yang mengidolakn Bapak sejak pertama Bapak kampanye dengan akronim SEHAT waktu itu. Sedulur Hasto Tedjo. Tagline yang gampang diingat, komunikatif, cerdas sekaligus dalem. Sedalem cinta admin brewok pada perempuan Sentolo.

Saya yakin tagline ini tidak lahir dari orang biasa. Kami percaya bahwa dengan memilih seorang Hasto Wardoyo waktu itu, Kulon Progo akan berubah. Kulon Progo sekarang memang berubah, cukup drastis.

Perkenalkan Pak. Suatu kali seorang perempuan berjuang demi melahirkan seorang anak. Proses itu menasbihkan saya menjadi warga asli Kulon Progo. Karena lahir dan besar di tanah Kulon Progo, saya sedikit banyak tau perkembangan Kulon Progo dari tahun ke tahun.

Hasto Wardoyo

Izinkan saya mewakili para pencoblos Bapak pada pilkada 4 tahun lalu. Sekaligus mewakili rombongan jomblo yang kebingungan menentukan masa depan. Begini Pak, kami hendak mengusulkan sekaligus protes, karena bingung kemana harus melangkah. Lho kok melangkah?

Begini Pak, ketika kami yang jomblo ini kelelahan dengan derita pencarian pasangan hidup, kami masih harus mendengar sengkarut proses pembangunan pabrik pasir besi, bertele-telenya pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarta dan Bandara Kulon Progo.

Sebenarnya apa yang terjadi pada proses pembangunan itu? Bayangkan saja Pak Hasto Wardoyo, di saat kawan kami silih berganti rabi kemudian punya anak, kami harus ngampet pengen nikah karena status jomblo kami. Kemudianย belum selesai disitu. Saat kami buka akun media sosial selalu muncul debat berkepanjangan soal pabrik pasir besi, Pelabuhan Tanjung Adikarta dan Bandara Kulon Progo.

Tidak ada konfirmasi dari pemerintah kabupaten soal apa permasalahan yang terjadi disana. Kami ingin tau Pak. Yang sering muncul hanya berita soal demo, pasang ini, ukur ini, janji dibangun tahun depan, yang lagi-lagi tidak memuaskan kami. Setelah berita kami cek ke bawah di kolom komentar, selalu muncul pro kontra yang ujung-ujungnya mau saling tonyo.

Lho di alam demokrasi sah-sah saja ada pro dan kontra. Mungkin pernyataan ini muncul di benak Bapak. Gini lho Pak, kami rasa ada benih perpecahan yang rentan membesar jika tidak ada klarifikasi dari pemerintah untuk menenangkan masyarakat.

Pak Hasto Wardoyo yang baik. Tidak inginkah Bapak mengundang wartawan kemudian memberi klarifikasi tentang ketiga proyek itu. Yah setidaknya bandara dulu Pak. Tema yang menyedot perhatian hampir seluruh masyarakat Kulon Progo. Bukan saja warga Kulon Progo yang kesedot, tetapi juga memaksa Lembaga Bantuan Hukum turun tangan membantu persoalan di pesisir selatan Kulon Progo.

Di saat yang sama, Bapak bisa jelaskan apa yang harus kami siapkan kaitannya dengan pembangunan Kulonprogo tahun-tahun mendatang. Pak, tolong permudah hidup kami yang jomblo ini agar memiliki gambaran jelas bagaimana Kulon Progo di masa yang akan datang. Misalnya perubahan konkret setelah difungsikannya bandara.

Pada posisi ini kami tidak berada pada pihak pro ataupun kontra bandara. Kami ingin ancang-ancang untuk menyesuaikan diri. Jadi atau tidak bandara dibangun sebenarnya tidak terlalu mengkhawatirkan kami. Yang kami takutkan ketika bandara itu betul dibangun, tidak ada persiapan yang baik dalam diri kami masyarakat Kulon Progo.

Penjelasan yang mendetail, konkret dan visioner terkait grand design mega proyek, dampak positif negatif dari berbagai aspek, pemetaan wilayah strategis, denah jalan program bedah Menoreh, produk wirausaha potensial dan penjelasan mengenai penyaluran sumber daya manusia Kulon Progo di masa yang akan datang kami yakin bisa meminimalisir perdebatan di tengah masyarakat.

Kami rasa rencana jangka panjang terkait efek dibangunnya bandara ini masih blur. Mendiskusikan sesuatu yang blur rasanya kok gak produktif dan cenderung membuat situasi memanas. Penjelasan yang mendetail, konkret dan visioner dari Bapak bisa membuat diskusi menjadi lebih slow. Kan enak Pak. Syukur-syukur ada yang datang bawa kopi sama bakmi godog Pak Bingin.

Pak Hasto Wardoyo yang kami banggakan. Bandara mungkin saja bisa mendongkrak perekonomian Kulonprogo. Baru tahun-tahun ini sektor wirausaha di Kulon Progo merangkak naik. Itupun baru sebatas usaha kecil menengah. Disadari atau tidak warga Kulon Progo memang susah diajak berwirausaha. Bukankah wirausaha ini yang nanti bakal jadi sektor andalan ketika bandara benar-benar ada? Di sisi lain masih ada anggapan kalau nggak kerja kantoran kok minder. Diakui atau tidak, anggapan ini sungguh-sungguh terjadi.

Lantas jika janji Pak Jusuf Kalla saat kunjungan kemarin bisa dibuktikan, bandara Kulon Progo akan difungsikan tahun 2019. Lha yuk kami mau ngapain di tahun itu, lha wong kemampuan warga secara umum masih usaha kecil menengah? Mengingat nanti pasti akan banyak pemodal dari luar Kulon Progo yang masuk. Apa yang bisa kami perbuat untuk mengantisipasi itu? Dampingi kami Pak agar tidak meraba-raba lagi.

Bapak bisa membuat banyak program revolusioner seperti penghapusan kelas di RSUD Wates, penghapusan iklan tembakau, program bedah rumah dan berbagai program serta infrastruktur lain yang konon begitu aduhai. Apakah sulit menyusun petunjuk atau arahan dalam rangka menyambut Kulon Progo di masa yang akan datang?ย 

Hasto WardoyoSebagai contoh. Kurikulum 2013 dilaunching saat Menteri Pendidikan masih dijabat Pak M. Nuh. Sampai sekarang di masa kepemimpinan Pak Anies Baswedan, para guru masih ditatar mengenai bagaimana teknis dan tujuan kurikulum ini. Seharusnya seperti ini sosialisasi konsep bandara. Disosialisasikan terus menerus dampak positif negatifnya.

Dengan dana khusus seizin DPRD Kulon Progo, tarohlah diberi nama Dana Khusus Persiapan Mega Proyek, bisa saja Bapak adakan seminar, workshop, atau talkshow terkait persiapan menyambut masa depan Kulonprogo. Undang orang-orang yang kompeten.

Adakan terus menerus Pak, supaya nyantel di kepala kami. Bisa juga bikin buku, e-book atau strategi apapun yang bisa kami akses dengan mudah dan murah. Agar kami tau gambaran detail visi Kulon Progo beberapa tahun ke depan. Jujur saat ini kami masih blank.

Ini cuma perkara kemauan kok. Soal dana yang biasanya jadi alasan klasik saya yakin bisa diakali. Bikin satu bundel bersama staf ahli Bapak kemudian konsultasikan dengan para pakar. Setelah itu biarkan kami download untuk kami obrolkan di gardu dusun kami masing-masing. Simpan cetaknya di perpustakaan sekolah, perpustakaan instansi dan perpustakaan lain di penjuru Kulon Progo. Murah meriah.

Setelahnya percayakan kami Pak, meskipun jomblo dan kadang kesepian, kami janji turun tangan membangun Kulon Progo. Seandainya memang dibuat, kami yakin elektabilitas Pak Hasto Wardoyo semakin tinggi muncit sampai kethip. Akhirnya nanti Bapak terpilih lagi di Pilkada 2017. Kalau terpilih lagi salam buat Jokowi Pak, kapan dolan Kulon Progo? (foto: www.infopublik.id; www.kulonprogokab.go.id)

Related Articles

7 thoughts on “Surat Terbuka Untuk Hasto Wardoyo

  1. Fauziqbal

    wuihhh, mojokdotco banget iki ๐Ÿ˜€ tapi ati2 lho mas, iso akeh sik gagal paham. gawe meneh sik luwih satir yaa..

    Reply
  2. markinong

    Nah artikel yang sangat menarik dan cerdas ini lik. asik banget, cuma saran dikit lik untuk disampaikan ke mas developernya, mbok fontnya dibikin agak lebih besar, atau mungkin ganti font yang lebih mudah untuk dibaca, dan warnanya biar lebih nyaman bacanya.

    Terus maju untuk watespahpoh…pionir akun sosmed Kulon Progo
    Matur nuwun ๐Ÿ™‚

    Reply
    1. Admin

      Hehehe maturnuwun mas andri, aku tanpamu butiran debu pokoke. Tengkyu masukannya ya mas. Sugeng ndalu. Gusti mberkahi ๐Ÿ™‚

      Reply

Tuliskan Komentarmu