Misteri Nama Maria di Makam Sewu Galur

Category: Sejarah, Sosial 7,146 0
Sabtu, 4 April 2021 | Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Kulon Progo temukan ikan berformalin di Pasar Bendungan dan Pasar Glaeng.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Kasus penularan covid-19 di klaster Sangon Kecamatan Kokap, Kulon Progo, mencapai lebih dari 107 orang
Sabtu, 15 Mei 2021 | Kunjungan wisatawan di Pantai Glagah, Temon, melonjak hingga 1000 lebih pada Sabtu akhir pekan ini.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melakukan uji coba pembelajaran tatap muka setelah Lebaran 2021
Sabtu, 15 Mei 2021 | Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Wates mengadakan kunjungan virtual Lebaran bagi warga binaan pemasyarakatan menggunakan 6 komputer.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Badan Otorita Borobudur (BOB) sebagai wujud sinergi pengembangan wisata.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo mencapai 26,9% atau sebanyak 28.333 warga dari total 105.298 sasaran pada gelombang pertama.


Runtuhnya pabrik gula tidak serta merta menghapus jejak kehidupan masa lalu di Sewu Galur, Kulon Progo, Yogyakarta. Area makam Sewu Galur dengan nisan khas Eropa masih tersisa walaupun kondisinya tak lagi sempurna. Tembok sekeliling makam sebagian hancur, penuh rumput dan ditumbuhi pepohonan. Ada beberapa nisan yang masih bisa dilihat. Salah satu yang kondisinya paling baik adalah nisan milik Maria Arabella Junemann. Ia beruntung, marmer bertuliskan namanya tidak dicuri seperti yang lain.

makam maria arabella junemann makam sewu galurNamanya tidak sementereng Cosmus von Bornemann, sang administratur pabrik gula Sewu Galur dengan koleksi mobil cadillac mewahnya, namun sebagai bagian dari denyut nadi masyarakat Sewu Galur saat itu, Maria Arabella Junemann tidak bisa dipinggirkan. Namanya menjadi nama terakhir yang tersisa dari seluruh nisan di makam Sewu Galur.

Berbekal kertas hvs dan pensil menyibak dedaunan yang merintangi nisan, kemudian dijiplaklah ukiran di marmer, akhirnya nama ini berhasil ditemukan. Pada marmer yang terkoyak di banyak sisinya, tertulis kalimat dengan bahasa Jerman, Ruhe Sanft Maria Arabella Junemann. Siapa perempuan ini sehingga nisan kematiannya tertancap di tanah Adikarta?

Menelusuri penggalan hidup

Pada surat kabar terbitan Semarang, De Locomotief, dengan penerbit G. Kolff & Co. tertanggal 28 Agustus 1883, terdapat satu berita kematian yang kemungkinan dikirim oleh keluarga. Dituliskan sebagai berikut, meninggal di malam ini, istri tercinta dari George Valentine Junemann. Sewugalur-Yogyakarta, 25 Agustus 1883.

Penerbit G. Kolff & Co. yang menuliskan berita meninggalnya Maria Arabella Junemann merupakan perusahaan penerbitan swasta yang menerbitkan buku pengajaran, risalah perjalanan, hasil penelitian, sains, etnografi sosial, sejarah hingga pertanian. Firma yang didirikan Willem van Haren Norman, pengusaha Belanda, pada 1848, juga menerbitkan surat kabar, iklan, kartu pos bahkan pembungkus rokok. Lebih jauh lagi surat kabar seperti Java Bode, Bataviaasch Handelsblad, dan Het Surabaiasche Hendelsblad juga dicetak oleh firma yang didirikan di Jakarta ini.

Berdasarkan temuan ini, besar kemungkinan Maria Arabella Junemann adalah istri dari George Valentine Junemann. Seorang masinis yang bekerja di perusahaan kereta yang beroperasi dari dan menuju Sewu Galur milik Nederlandsch-Indische Spoorwegmaatschappij.

Nederlandsch-Indische Spoorwegmaatschappij (N.I.S.) tempat G. V. Junemann bekerja didirikan pada 27 Agustus 1863. Wilayah operasinya dari Samarang menuju Kedung Jati lalu Ambarawa dan Kedungjati menuju Solo lalu Yogyakarta termasuk ke selatan menuju Pundong berakhir di Sewu Galur. Panjang jalur yang dibangun oleh perusahaan kereta swasta ini sejauh 266 kilometer, sedangkan ukuran lebar relnya 1435 mm. Di map berangka tahun 1934 rel yang digunakan di Sewu Galur bertuliskan decauville yakni jenis kereta yang lazim digunakan di perkebunan tebu zaman itu. Bahkan rel jenis ini melintang hingga Stasiun Wates. Di periode-periode selanjutnya N.I.S membangun jalur lain di Surabaya, Cepu, Bojonegoro, Bogor dan Jakarta.

Sebagai pengingat, perusahaan kereta api berbasis rel loko uap, perusahaan tram uap dan perusahaan kereta api berskala lokal dan kecil di Jawa berjumlah 19 perusahaan. Satu di antaranya merupakan perusahaan milik pemerintah Hindia Belanda, sedangkan sisanya milik swasta. Foto di bawah ini merupakan gedung sekolah SMP 2 Galur yang menurut kesaksian warga merupakan titik dimana Stasiun Sewu Galur pernah berdiri. Tempat dimana biasanya G. V. Junemann bekerja. Lokasi ini berada sekitar 1 kilometer dari makam Sewu Galur.

smp 2 galur dekat makam sewu galurG. V. Junemann suami dari Maria Arabella yang nisannya berdiri kokoh di makam Sewu Galur, bekerja sebagai masinis perusahaan kereta swasta, N.I.S. Pada jaman itu istilah machinist mengacu pada sebutan untuk kepala teknik di bagian bengkel dan garasi lokomotif juga. Sehingga belum bisa dipastikan apakah pekerjaannya masinis seperti pengertian terbaru yang bertugas hanya mengemudikan kereta, atau sesuai perngertian masinis pada jaman itu yakni kepala teknik di bengkel, atau justru merangkap keduanya.

Sepeninggal Maria Arabella Junemann

Maria Arabella Junemann memiliki nama asli Maria Arabella Jones. Setelah menikah pada 1865, nama perempuan yang tak diketahui dimana kelahiran dan kewarganegaraannya ini berubah menjadi Maria Arabella Junemann. Marga suaminya yakni Junemann ditambahkan di bagian belakang. Sampai ia meninggal secara mendadak kemudian dikebumikan di makam Sewu Galur tidak diketahui apakah mereka memiliki keturunan dari hasil perkawinan selama 18 tahun atau tidak.

Awalnya mereka tinggal di Batavia kemudian pindah ke Brebes pada 1871-1873. Setelah tinggal di Brebes beberapa tahun mereka hijrah ke Semarang dan menetap disana mulai tahun 1874. Di Semarang G. V. Junemann bekerja sebagai masinis di pabrik tepung. Kemungkinan setelah tahun-tahun itu pasangan kekasih ini bertolak menuju Sewu Galur, Kulon Progo, karena sang suami pindah ke wilayah kekuasaan Paku Alam ini.

Tidak lama pasca kematian Maria Arabella Junemann, saat di Semarang, G. V. Junemann berkenalan dengan seorang perempuan bernama Marie Jeanette Retel kemudian ia jatuh hati padanya. Mereka memutuskan menikah pada 16 April 1884 atau 7 bulan setelah kematian istrinya yang pertama.

Dari perkawinan ini mereka dikaruniai seorang putri bernama Georgine Jeanette Junemann. Ia lahir di Semarang pada 3 Februari 1886. Kelak Geogine Jeanette Junemann menikah dengan seorang laki-laki bernama Albert Simon.

Entak kesialan apa yang selalu menghinggapi dirinya. Pada 9 November 1888 Marie Jeanette Retel Junemann wafat di usia 35 tahun. Meninggalkan suami dan putrinya. Sebuah keadaan yang memilukan karena hanya berselang lima tahun G. V. Junemann harus kembali kehilangan pendamping hidup. Setelah kepergian sang istri, G.V. Junemann memutuskan untuk menitipkan putrinya kepada keluarga sementara ia terus bekerja.

Tragisnya hidup G. V. Junemann berlunjut

lapangan dekat makam sewu galur_ junemannPada 18 Juli 1890 G. V. Junemann melakukan perjalanan kereta api. Tidak ada yang menyangka bahwa kehidupannya akan berakhir sangat tragis. Belum genap dua tahun setelah kematian istri keduanya, G. V. Junemann mengalami kecelakaan kereta api di dekat jembatan sekitar Stasiun Maos, Cilacap. Ia terjatuh dari kereta sehingga mengalami pendarahan parah. Kaki kanannya dilaporkan remuk. Ia bertahan kurang lebih dua jam sebelum akhirnya wafat pada malam tanggal 19 Juli 1890. Sempat terjadi polemik karena barang bawaan G. V. Junemann dilaporkan hilang, termasuk cincin nikah di jarinya. Junemann kemudian dikebumikan pada usia 53 tahun di kompleks pemakaman tentara KNIL di Babakan, Banyumas.

Inilah risalah kehidupan Maria Arabella Junemann. Penghuni makam Sewu Galur. Seorang istri yang meninggal mendadak tanpa diketahui penyebabnya. Istri pertama dari sang suami, George Valentine Junemann. Semoga kisah Maria Arabella Junemann dan George Valentine Junemann tidak semakin tragis dengan rusaknya makam bersejarah masyarakat Eropa di Sewu Galur. (Sumber: Hari Hao Hao dengan Penambahan Oleh Watespahpoh)

Related Articles

Tulis komentar Anda. Isi komentar menjadi tanggung jawab pribadi.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Halo, Kulon Progo!

Masyarakat Kulon Progo, penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan di China. Orang yang tertular COVID-19 yang mengalami gejala ringan akan pulih tanpa penanganan khusus. Namun diperlukan penanganan medis yang lebih serius untuk gejala sedang dan berat.

Virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.

Anda dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika Anda berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19. Anda juga dapat tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda.

Sampai saat ini, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati penyakit yang disebabkan virus corona baru (COVID-19). Mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala, dan mereka yang sakit serius harus dibawa ke rumah sakit.

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Tapi bagi sebagian orang yang berisiko tinggi (kelompok lanjut usia dan orang dengan masalah kesehatan menahun, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes), virus corona dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, bahkan menyebabkan kematian. Kebanyakan korban berasal dari kelompok berisiko itu.

Jika memiliki gejala seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, badan lelah, demam dan kehilangan indera penciuman atau pengecap, dihimbau untuk isolasi mandiri di rumah, RS Darurat, RS, maupun RS rujukan untuk pasien COVID-19. Isolasi diri (baik secara mandiri di rumah atau di klinik, puskesmas, dan rumah sakit) minimal 10 hari sejak munculnya gejala ditambah 3 hari. Ditambah dengan kepastian bahwa gejala yang semula muncul sudah benar-benar hilang.

Masyarakat Kulon Progo, Anda dihimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan berkumpul dengan banyak orang. Diwajibkan untuk mengenakan masker, menghindari tempat-tempat dengan risiko penularan tinggi, istirahat yang cukup, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan serta minuman yang sehat.

Jika sangat mendesak atau diperlukan menggelar acara dengan jumlah orang yang banyak, pastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan disiplin, dan laporkan penyelenggaraan kegiatan tersebut kepada satgas COVID-19 setempat.

Update Perkembangan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Kulon Progo: Klik Di Sini.