Misteri Nama Maria di Makam Sewu Galur

Category: Sejarah, Sosial 4,618 0


Runtuhnya pabrik gula tidak serta merta menghapus jejak kehidupan masa lalu di Sewu Galur, Kulon Progo, Yogyakarta. Area makam Sewu Galur dengan nisan khas Eropa masih tersisa walaupun kondisinya tak lagi sempurna. Tembok sekeliling makam sebagian hancur, penuh rumput dan ditumbuhi pepohonan. Ada beberapa nisan yang masih bisa dilihat. Salah satu yang kondisinya paling baik adalah nisan milik Maria Arabella Junemann. Ia beruntung, marmer bertuliskan namanya tidak dicuri seperti yang lain.

makam maria arabella junemann makam sewu galurNamanya tidak sementereng Cosmus von Bornemann, sang administratur pabrik gula Sewu Galur dengan koleksi mobil cadillac mewahnya, namun sebagai bagian dari denyut nadi masyarakat Sewu Galur saat itu, Maria Arabella Junemann tidak bisa dipinggirkan. Namanya menjadi nama terakhir yang tersisa dari seluruh nisan di makam Sewu Galur.

Berbekal kertas hvs dan pensil menyibak dedaunan yang merintangi nisan, kemudian dijiplaklah ukiran di marmer, akhirnya nama ini berhasil ditemukan. Pada marmer yang terkoyak di banyak sisinya, tertulis kalimat dengan bahasa Jerman, Ruhe Sanft Maria Arabella Junemann. Siapa perempuan ini sehingga nisan kematiannya tertancap di tanah Adikarta?

Menelusuri penggalan hidup

Pada surat kabar terbitan Semarang, De Locomotief, dengan penerbit G. Kolff & Co. tertanggal 28 Agustus 1883, terdapat satu berita kematian yang kemungkinan dikirim oleh keluarga. Dituliskan sebagai berikut, meninggal di malam ini, istri tercinta dari George Valentine Junemann. Sewugalur-Yogyakarta, 25 Agustus 1883.

Penerbit G. Kolff & Co. yang menuliskan berita meninggalnya Maria Arabella Junemann merupakan perusahaan penerbitan swasta yang menerbitkan buku pengajaran, risalah perjalanan, hasil penelitian, sains, etnografi sosial, sejarah hingga pertanian. Firma yang didirikan Willem van Haren Norman, pengusaha Belanda, pada 1848, juga menerbitkan surat kabar, iklan, kartu pos bahkan pembungkus rokok. Lebih jauh lagi surat kabar seperti Java Bode, Bataviaasch Handelsblad, dan Het Surabaiasche Hendelsblad juga dicetak oleh firma yang didirikan di Jakarta ini.

Berdasarkan temuan ini, besar kemungkinan Maria Arabella Junemann adalah istri dari George Valentine Junemann. Seorang masinis yang bekerja di perusahaan kereta yang beroperasi dari dan menuju Sewu Galur milik Nederlandsch-Indische Spoorwegmaatschappij.

Nederlandsch-Indische Spoorwegmaatschappij (N.I.S.) tempat G. V. Junemann bekerja didirikan pada 27 Agustus 1863. Wilayah operasinya dari Samarang menuju Kedung Jati lalu Ambarawa dan Kedungjati menuju Solo lalu Yogyakarta termasuk ke selatan menuju Pundong berakhir di Sewu Galur. Panjang jalur yang dibangun oleh perusahaan kereta swasta ini sejauh 266 kilometer, sedangkan ukuran lebar relnya 1435 mm. Di map berangka tahun 1934 rel yang digunakan di Sewu Galur bertuliskan decauville yakni jenis kereta yang lazim digunakan di perkebunan tebu zaman itu. Bahkan rel jenis ini melintang hingga Stasiun Wates. Di periode-periode selanjutnya N.I.S membangun jalur lain di Surabaya, Cepu, Bojonegoro, Bogor dan Jakarta.

Sebagai pengingat, perusahaan kereta api berbasis rel loko uap, perusahaan tram uap dan perusahaan kereta api berskala lokal dan kecil di Jawa berjumlah 19 perusahaan. Satu di antaranya merupakan perusahaan milik pemerintah Hindia Belanda, sedangkan sisanya milik swasta. Foto di bawah ini merupakan gedung sekolah SMP 2 Galur yang menurut kesaksian warga merupakan titik dimana Stasiun Sewu Galur pernah berdiri. Tempat dimana biasanya G. V. Junemann bekerja. Lokasi ini berada sekitar 1 kilometer dari makam Sewu Galur.

smp 2 galur dekat makam sewu galurG. V. Junemann suami dari Maria Arabella yang nisannya berdiri kokoh di makam Sewu Galur, bekerja sebagai masinis perusahaan kereta swasta, N.I.S. Pada jaman itu istilah machinist mengacu pada sebutan untuk kepala teknik di bagian bengkel dan garasi lokomotif juga. Sehingga belum bisa dipastikan apakah pekerjaannya masinis seperti pengertian terbaru yang bertugas hanya mengemudikan kereta, atau sesuai perngertian masinis pada jaman itu yakni kepala teknik di bengkel, atau justru merangkap keduanya.

Sepeninggal Maria Arabella Junemann

Maria Arabella Junemann memiliki nama asli Maria Arabella Jones. Setelah menikah pada 1865, nama perempuan yang tak diketahui dimana kelahiran dan kewarganegaraannya ini berubah menjadi Maria Arabella Junemann. Marga suaminya yakni Junemann ditambahkan di bagian belakang. Sampai ia meninggal secara mendadak kemudian dikebumikan di makam Sewu Galur tidak diketahui apakah mereka memiliki keturunan dari hasil perkawinan selama 18 tahun atau tidak.

Awalnya mereka tinggal di Batavia kemudian pindah ke Brebes pada 1871-1873. Setelah tinggal di Brebes beberapa tahun mereka hijrah ke Semarang dan menetap disana mulai tahun 1874. Di Semarang G. V. Junemann bekerja sebagai masinis di pabrik tepung. Kemungkinan setelah tahun-tahun itu pasangan kekasih ini bertolak menuju Sewu Galur, Kulon Progo, karena sang suami pindah ke wilayah kekuasaan Paku Alam ini.

Tidak lama pasca kematian Maria Arabella Junemann, saat di Semarang, G. V. Junemann berkenalan dengan seorang perempuan bernama Marie Jeanette Retel kemudian ia jatuh hati padanya. Mereka memutuskan menikah pada 16 April 1884 atau 7 bulan setelah kematian istrinya yang pertama.

Dari perkawinan ini mereka dikaruniai seorang putri bernama Georgine Jeanette Junemann. Ia lahir di Semarang pada 3 Februari 1886. Kelak Geogine Jeanette Junemann menikah dengan seorang laki-laki bernama Albert Simon.

Entak kesialan apa yang selalu menghinggapi dirinya. Pada 9 November 1888 Marie Jeanette Retel Junemann wafat di usia 35 tahun. Meninggalkan suami dan putrinya. Sebuah keadaan yang memilukan karena hanya berselang lima tahun G. V. Junemann harus kembali kehilangan pendamping hidup. Setelah kepergian sang istri, G.V. Junemann memutuskan untuk menitipkan putrinya kepada keluarga sementara ia terus bekerja.

Tragisnya hidup G. V. Junemann berlunjut

lapangan dekat makam sewu galur_ junemannPada 18 Juli 1890 G. V. Junemann melakukan perjalanan kereta api. Tidak ada yang menyangka bahwa kehidupannya akan berakhir sangat tragis. Belum genap dua tahun setelah kematian istri keduanya, G. V. Junemann mengalami kecelakaan kereta api di dekat jembatan sekitar Stasiun Maos, Cilacap. Ia terjatuh dari kereta sehingga mengalami pendarahan parah. Kaki kanannya dilaporkan remuk. Ia bertahan kurang lebih dua jam sebelum akhirnya wafat pada malam tanggal 19 Juli 1890. Sempat terjadi polemik karena barang bawaan G. V. Junemann dilaporkan hilang, termasuk cincin nikah di jarinya. Junemann kemudian dikebumikan pada usia 53 tahun di kompleks pemakaman tentara KNIL di Babakan, Banyumas.

Inilah risalah kehidupan Maria Arabella Junemann. Penghuni makam Sewu Galur. Seorang istri yang meninggal mendadak tanpa diketahui penyebabnya. Istri pertama dari sang suami, George Valentine Junemann. Semoga kisah Maria Arabella Junemann dan George Valentine Junemann tidak semakin tragis dengan rusaknya makam bersejarah masyarakat Eropa di Sewu Galur.

Related Articles

Add Comment

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.