Harga Kompetitif Bela Beli Kulon Progo

Category: Ekonomi, Uncategorized 1,329 0
Sabtu, 4 April 2021 | Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Kulon Progo temukan ikan berformalin di Pasar Bendungan dan Pasar Glaeng.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Kasus penularan covid-19 di klaster Sangon Kecamatan Kokap, Kulon Progo, mencapai lebih dari 107 orang
Sabtu, 15 Mei 2021 | Kunjungan wisatawan di Pantai Glagah, Temon, melonjak hingga 1000 lebih pada Sabtu akhir pekan ini.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melakukan uji coba pembelajaran tatap muka setelah Lebaran 2021
Sabtu, 15 Mei 2021 | Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Wates mengadakan kunjungan virtual Lebaran bagi warga binaan pemasyarakatan menggunakan 6 komputer.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Badan Otorita Borobudur (BOB) sebagai wujud sinergi pengembangan wisata.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo mencapai 26,9% atau sebanyak 28.333 warga dari total 105.298 sasaran pada gelombang pertama.


Jargon Bela Beli Kulon Progo sukses tertanam di benak masyarakat Kulon Progo sejak diperkenalkan pada 2013. Jika boleh berlebihan, sepertinya hanya anak kecil dan yang sudah sepuh saja yang belum pernah mendengar jargon ini. Saat membeli, menawarkan ataupun memberi rujukan tentang barang dan jasa yang kebetulan berasal dari Kulon Progo, masyarakat acap kali menyertakan istilah Bela Beli Kulon Progo sebagai nilai tambah, khususnya produk olahan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Merayu menggunakan solidaritas kedaerahan. Ya, boleh saja seperti ini tetapi apakah produk lokal Kulon Progo siap bersaing?

bela beli kulon progoBela Beli Kulon Progo sebagai ideologi dibangun agar perputaran konsumsi masyarakat Kulon Progo sebagian besar kembali pada masyarakat Kulon Progo. Mudahnya begini, masyarakat Kulon Progo didorong membeli produk yang juga diolah oleh masyarakat Kulon Progo. Cara ini diyakini akan berdampak positif pada upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan warga. Semakin tinggi volume penjualan atas produk atau jasa tertentu, semakin tinggi pula kepercayaan diri sang produsen atau penyedia jasa untuk lebih banyak melakukan penjualan.

Pertanyaan yang kemudian muncul, siapkah produk dan jasa yang dibuat atau disediakan masyarakat Kulon Progo bersaing dengan produk dari luar daerah? Umumnya pembeli memilih produk dan jasa dari luar Kulon Progo dikarenakan harganya lebih murah. Sederhana.

Survey menunjukkan rata-rata produk Kulon Progo masih dijual oleh produsen langsung tanpa melibatkan orang lain. Ini mengakibatkan penetrasi pasar kurang luas. Sebenarnya bisa dipahami mengingat mungkin terbatasnya modal dan akses pasar, namun ke depan produk Kulon Progo tak boleh hanya dipasarkan produsen seorang. Peran jejaring dan pemanfaatan media sosial bisa menjadi solusi termudah untuk memperluas cakupan pasar.

Meski harga bukan satu-satunya faktor yang menentukan keputusan pembelian, bagi warga masyarakat berpenghasilan rendah, harga selalu menjadi pertimbangan utama. Jika kembali pada ideologi Bela Beli Kulon Progo di mana produk Kulon Progo diharapkan dibeli oleh warga Kulon Progo, maka faktor harga harus menjadi pertimbangan utama sebelum melempar produk ke pasar. Mengingat sebagian besar warga Kulon Progo tergolong kurang mampu dan ada anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa lebih baik berhemat daripada mengeluarkan uang untuk sesuatu yang substitusinya ada di rumah.

Sebenarnya sudah ada produk UMKM Kulon Progo yang harga jualnya kompetitif terhadap produk yang sama namun berasal dari luar daerah. Jika ingin ekspansi merambah pasar luar daerah, pertanyaan selanjutnya adalah sudahkah produk Kulon Progo dijual di luar Kulon Progo dengan harga yang sama? Maka akan tampak bahwa harga produk khususnya UMKM Kulon Progo dinilai belum kompetitif.

Ke depan, setiap produsen di Kulon Progo diharapkan memiliki distributor, baik di dalam ataupun di luar daerah. Distributor akan memperluas cakupan pasar namun sepak terjangnya kembali ditentukan dari perhitungan harga. Harga yang kompetitif merupakan modal utama bagi distributor untuk membela produk Kulon Progo dalam pengertian menjual produk seluas mungkin. Setidaknya ke daerah sekitar seperti Purworejo, Sleman, Bantul dan Kota.

Fakta produk Kulon Progo

Survey perbandingan harga agen terhadap beberapa produk dalam dan luar Kulon Progo berdasarkan wawancara dengan beberapa produsen menemukan beberapa fakta menarik tentang produk Kulon Progo.

Beberapa produsen Kulon Progo belum menghitung Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualan sebagai dasar menetapkan harga. Harga yang diterapkan mengikuti harga pasaran umum produk serupa. Harga distributor kurang atraktif sehingga produsen terpaksa melakukan penjualan langsung pada konsumen yang menyebabkan pemasaran sulit berkembang.

Selain itu, produk yang telah menerapkan harga distributor ternyata belum detail menghitung HPP, misalnya menghilangkan tenaga kerja manajemen atau tenaga dan pikiran pemilik sebagai pengelola, sehingga keberlangsungan usaha bisa terancam jika pemilik berhalangan karena sakit atau alasan lain.

Keempat fakta tersebut menjadi alasan utama UMKM tidak bisa bertahan pada bulan pertama, trimester pertama, semester pertama atau setahun pertama usaha mereka. Kalaupun berlanjut, semata bertahan, tidak berkembang. Sebuah usaha akan bertahan jika rutin terjadi penjualan dan akan berkembang jika penjualan meningkat secara berkala.

Melihat fakta di atas maka produsen UMKM harus terus belajar. Khususnya pada poin menentukan HPP dan menerapkannya secara konsisten. Selain itu keterampilan melakukan pembukuan juga harus dikuasai dan dijalankan dengan disiplin. Terutama saat mulai membutuhkan permodalan untuk mengembangkan usaha. Semoga Dinas Perdagangan bisa memfasilitasi UMKM untuk terus belajar.

Bela beli Kulon Progo sudah menjadi awal yang baik. Oleh karena itu seharusnya diterjemahkan dengan teknik dan strategi yang tidak kalah baiknya.

Related Articles

Tulis komentar Anda. Isi komentar menjadi tanggung jawab pribadi.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Halo, Kulon Progo!

Masyarakat Kulon Progo, penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan di China. Orang yang tertular COVID-19 yang mengalami gejala ringan akan pulih tanpa penanganan khusus. Namun diperlukan penanganan medis yang lebih serius untuk gejala sedang dan berat.

Virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.

Anda dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika Anda berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19. Anda juga dapat tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda.

Sampai saat ini, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati penyakit yang disebabkan virus corona baru (COVID-19). Mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala, dan mereka yang sakit serius harus dibawa ke rumah sakit.

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Tapi bagi sebagian orang yang berisiko tinggi (kelompok lanjut usia dan orang dengan masalah kesehatan menahun, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes), virus corona dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, bahkan menyebabkan kematian. Kebanyakan korban berasal dari kelompok berisiko itu.

Jika memiliki gejala seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, badan lelah, demam dan kehilangan indera penciuman atau pengecap, dihimbau untuk isolasi mandiri di rumah, RS Darurat, RS, maupun RS rujukan untuk pasien COVID-19. Isolasi diri (baik secara mandiri di rumah atau di klinik, puskesmas, dan rumah sakit) minimal 10 hari sejak munculnya gejala ditambah 3 hari. Ditambah dengan kepastian bahwa gejala yang semula muncul sudah benar-benar hilang.

Masyarakat Kulon Progo, Anda dihimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan berkumpul dengan banyak orang. Diwajibkan untuk mengenakan masker, menghindari tempat-tempat dengan risiko penularan tinggi, istirahat yang cukup, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan serta minuman yang sehat.

Jika sangat mendesak atau diperlukan menggelar acara dengan jumlah orang yang banyak, pastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan disiplin, dan laporkan penyelenggaraan kegiatan tersebut kepada satgas COVID-19 setempat.

Update Perkembangan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Kulon Progo: Klik Di Sini.