Masih Kulon Progo di Hati Mumuk Gomez

Category: Pendidikan, Sosial 4,606 0
Sabtu, 4 April 2021 | Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Kulon Progo temukan ikan berformalin di Pasar Bendungan dan Pasar Glaeng.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Kasus penularan covid-19 di klaster Sangon Kecamatan Kokap, Kulon Progo, mencapai lebih dari 107 orang
Sabtu, 15 Mei 2021 | Kunjungan wisatawan di Pantai Glagah, Temon, melonjak hingga 1000 lebih pada Sabtu akhir pekan ini.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melakukan uji coba pembelajaran tatap muka setelah Lebaran 2021
Sabtu, 15 Mei 2021 | Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Wates mengadakan kunjungan virtual Lebaran bagi warga binaan pemasyarakatan menggunakan 6 komputer.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Badan Otorita Borobudur (BOB) sebagai wujud sinergi pengembangan wisata.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo mencapai 26,9% atau sebanyak 28.333 warga dari total 105.298 sasaran pada gelombang pertama.


Menurut sebagian orang menjadi Aparatur Sipil Negara merupakan sebuah kebanggaan. Tidak menampik anggapan itu hanya saja berlebihan jika melihat profesi sebatas kejelasan dalam hal penghasilan bulan demi bulan. Banyak profesi lain yang jadi pilihan hidup seseorang. Bukan karena terpaksa tetapi memang terpanggil untuk melakoni ladang pelayanan di bidang itu. Salah satu profesi yang begitu nikmat bagi pelakunya adalah pekerja seni. Inilah yang dituturkan Nurul Mukharomah. Menggunakan nama Mumuk Gomez ia mungkin satu-satunya warga Sentolo yang pernah menjadi pembawa acara di televisi swasta nasional sejauh ini. 

Mumuk GomezNama Mumuk Gomez memang cukup nyeleneh. Ia warga Sukoreno. Sebuah desa yang terkenal dengan lapangan di pinggir jalan nasional dan selalu ramai ketika Sholad Ied. Yup lapangan desa Sukoreno, Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, lebih lengkapnya. Lahir, merantau dengan orang tua, dan dewasa bersama masyarakat desa pada umumnya membuat Mumuk terbiasa bekerja keras sejak kecil.

Setelah menetap di Jakarta, ia masih begitu lekat dan bangga dengan Kulon Progo. Menurutnya, Kulon Progo adalah terjemahan dari sebuah wilayah yang ayem dan damai. Penuh dengan pentas seni berbasis kearifan lokal seperti jatilan dan perhargaan terhadap adat. Kemudian yang juga tidak bisa terlupakan olehnya yakni SMA 1 Wates. Sekolah yang turut andil dalam menemukan jalan hidup seorang Mumuk Gomez.

Gatal karena alergi kapur

Sejak usia 2 tahun Mumuk diajak merantau oleh orang tua ke Surabaya, Jawa Timur. Pilihan sulit mengingat orang tua harus tetap mencari nafkah sebagai karyawan swasta dan membesarkan Mumuk pada saat bersamaan. Ia menghabiskan masa kecil di Surabaya hingga kelas 1 SMP. Orang tuanya kemudian memutuskan untuk mengajak Mumuk pulang ke Kulon Progo saat naik kelas 2 SMP. Awalnya Mumuk kurang menyukai tinggal di Kulon Progo karena setiap kali pulang badannya selalu gatal. Perempuan yang favorit banget dengan Mie Ayam Malvinas ini alergi terhadap air kapur. Lucu juga ya.

Setelah tinggal di Kulon Progo, Mumuk kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Sentolo. Perjalanan menuju sekolah ini harus ia tempuh menggunakan Bus Menoreh agar bisa membayar Rp 1000,00. Menurutnya jika naik bus lain bisa dikenai tarif Rp 2000,00 padahal jarak dari rumah ke sekolah tidak terlampau jauh. Bus Menoreh menjadi solusi bagi orang-orang di masa itu. Berbanding terbalik dengan saat ini. Banyak bus trayek Wates ke Wirobrajan gulung tikar karena sepi penumpang. Konsekuensi bagi Mumuk saat itu ia harus menunggu Bus Menoreh yang tidak selalu datang tepat waktu. Lulus SMP dengan nilai memuaskan, ia melanjutkan sekolah di SMAN 1 Wates. Dari sekolah di bilangan Terbah, Wates, inilah semua perjalanan Mumuk dimulai.

Ekstrakurikuler mengenalkan Kulon Progo

Jarang Mumuk bisa nongkrong bersama teman semasa SMA. Tidak adanya kendaraan, jarak rumah yang jauh, serta nenek yang tegas membuatnya enggan bepergian. Satu-satunya yang membuatnya mengenal Kulon Progo adalah ekstrakurikuler. Secara aktif Mumuk mengikuti 2 ekstrakurikuler di SMAN 1 Wates. Yang pertama taekwondo sehingga mengharuskannya berlatih sampai Pantai Glagah. Bahkan sesekali menggelar pemanasan di Waduk Sermo hingga Kalibiru. Kedua, teater. Teater yang membuat dirinya dapat berkelana ke berbagai tempat. Baginya kesan yang masih terngiang ketika menjelajah Kulon Progo adalah rasa damai. Rasa ini belum tergantikan bahkan sampai hari ini saat menetap di Jakarta.

Berkecimpung di dunia hiburan sebenarnya bukan profesi yang ia rencanakan sebelumnya. Perjalanan karir Mumuk, cucu seorang petani biasa di Kulon Progo, sangat menarik. Awalnya ia iseng mengikuti audisi sebuah acara pencarian bakat pelawak yakni Orang Lucu Indonesia karena bujukan teman sekelas. Mungkin sebagian kita masih ingat acara ini. Kebetulan saat itu di Jogja dibuka audisi. Mumuk lolos bahkan melaju hingga masuk 5 besar. Ia kemudian dikontrak oleh salah satu managemen artis di Jakarta. Oleh sebab itu ia pindah ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah di Tomang, Jakarta Barat,

Pertama boyongan pindah Jakarta, Mumuk Gomez tinggal di salah satu area tersibuk di Jakarta yakni Tomang. Ia memilih tempat ini karena cukup dekat dengan sekolah barunya. Setelah lulus ia kemudian melanjutkan belajar di Universitas Negeri Jakarta sehingga harus pindah ke Rawamangun, Jakarta Timur. Tidak pernah ia bayangkan akan tinggal di kota sebesar Jakarta. Kota yang hampir setiap hari dilanda macet.

Membiayai sekolah dirinya dan sang adik

Ekspektasi saat memutuskan berkarir di bidang ini sangat sederhana yakni membiayai pendidikannya sendiri dan sang adik. Menurut Mumuk, faktor ekonomi membuatnya yakin memantaskan diri memilih fokus berkarir di dunia hiburan. Jika berbicara mengenai suka duka, sejujurnya tinggal di Jakarta lebih banyak duka dibandingkan sukanya. Bagaimana mungkin bisa bahagia tinggal di kota yang hampir setiap hari selalu macet dan penat. Bunyi klakson dimana-mana. Pengguna kendaraan merasa jalanan aspal hanya milik mereka. Sungguh kontradiktif dengan Kulon Progo yang hampir tidak pernah macet panjang. Terlepas dari hal itu, Mumuk sangat menikmati profesi yang ia tekuni terlebih banyak orang yang mendukungnya.

Menjadi pekerja seni di dunia hiburan membutuhkan stamina prima dan mental yang kuat. Tantangan terbesarnya mengatur rasa lelah. Pekerjaan yang ia tekuni tidak mengenal kata lelah. Pemirsa di rumah hanya ingin melihat keceriaan, bukan yang lain. Mengatur rasa lelah agar tidak terlihat oleh penonton adalah tantangan yang masih ia pelajari sejak mencuat di program musik Dahsyat, RCTI, hingga kini turut mengisi secara reguler di Sarah Sechan, Net Tv. Menjadi sebuah kehormatan baginya karena selama proses tersebut ia diperkenankan belajar dari pekerja seni lain yang lebih senior.

Kesibukan menyebabkan perempuan yang tidak suka dengan model bekerja ala kantoran ini jarang pulang Kulon Progo. Lebaran tahun ini ia baru saja pulang. Mengunjungi satu per satu rumah kerabat layaknya masyarakat lokal Kulon Progo ketika Idul Fitri. Sesampainya di rumah ia seperti perempuan Kulon Progo pada umumnya. Membantu orang tua memasak, bersama sang nenek meracik tempe benguk sengek, jalan-jalan dan makan di angkringan. Sungguh hari-hari yang ia rindukan. Terlebih menantikan rawon dan telur ceplok buatan ibunya.

Di akhir obrolan panjang dengan Mumuk Gomez ia menegaskan ingin menghabiskan masa tuanya di Kulon Progo. Dengan logat bicaranya yang khas ia ingin teman-teman yang lain terus berjuang, tidak gampang menyerah, tidak loyo, tidak gengsian, berani mencoba hal baru, dan percaya diri. Tidak ada yang tidak mungkin. Kuncinya semangat dan keinginan untuk maju. Mari berjuang menjadi kebanggaan Kulon Progo.

Related Articles

Tulis komentar Anda. Isi komentar menjadi tanggung jawab pribadi.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Halo, Kulon Progo!

Masyarakat Kulon Progo, penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan di China. Orang yang tertular COVID-19 yang mengalami gejala ringan akan pulih tanpa penanganan khusus. Namun diperlukan penanganan medis yang lebih serius untuk gejala sedang dan berat.

Virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.

Anda dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika Anda berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19. Anda juga dapat tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda.

Sampai saat ini, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati penyakit yang disebabkan virus corona baru (COVID-19). Mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala, dan mereka yang sakit serius harus dibawa ke rumah sakit.

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Tapi bagi sebagian orang yang berisiko tinggi (kelompok lanjut usia dan orang dengan masalah kesehatan menahun, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes), virus corona dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, bahkan menyebabkan kematian. Kebanyakan korban berasal dari kelompok berisiko itu.

Jika memiliki gejala seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, badan lelah, demam dan kehilangan indera penciuman atau pengecap, dihimbau untuk isolasi mandiri di rumah, RS Darurat, RS, maupun RS rujukan untuk pasien COVID-19. Isolasi diri (baik secara mandiri di rumah atau di klinik, puskesmas, dan rumah sakit) minimal 10 hari sejak munculnya gejala ditambah 3 hari. Ditambah dengan kepastian bahwa gejala yang semula muncul sudah benar-benar hilang.

Masyarakat Kulon Progo, Anda dihimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan berkumpul dengan banyak orang. Diwajibkan untuk mengenakan masker, menghindari tempat-tempat dengan risiko penularan tinggi, istirahat yang cukup, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan serta minuman yang sehat.

Jika sangat mendesak atau diperlukan menggelar acara dengan jumlah orang yang banyak, pastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan disiplin, dan laporkan penyelenggaraan kegiatan tersebut kepada satgas COVID-19 setempat.

Update Perkembangan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Kulon Progo: Klik Di Sini.