Karantina Lokal Atasi Wabah Covid-19

Category: Kesehatan 195 1
Sabtu, 4 April 2021 | Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Kulon Progo temukan ikan berformalin di Pasar Bendungan dan Pasar Glaeng.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Kasus penularan covid-19 di klaster Sangon Kecamatan Kokap, Kulon Progo, mencapai lebih dari 107 orang
Sabtu, 15 Mei 2021 | Kunjungan wisatawan di Pantai Glagah, Temon, melonjak hingga 1000 lebih pada Sabtu akhir pekan ini.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melakukan uji coba pembelajaran tatap muka setelah Lebaran 2021
Sabtu, 15 Mei 2021 | Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Wates mengadakan kunjungan virtual Lebaran bagi warga binaan pemasyarakatan menggunakan 6 komputer.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Badan Otorita Borobudur (BOB) sebagai wujud sinergi pengembangan wisata.
Sabtu, 15 Mei 2021 | Program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo mencapai 26,9% atau sebanyak 28.333 warga dari total 105.298 sasaran pada gelombang pertama.

Saat pandemi Covid-19 merebak di seluruh dunia, setiap orang berperan besar terhadap upaya mencegah penyakit ini menyebar semakin luas. Cara termudah namun juga efektif adalah tinggal di rumah dan tidak bepergian. Dari kacamata awam, setelah era perang dunia berakhir sepertinya ini mekanisme bela negara termudah yang pernah dilakukan umat manusia. Namun, harus ada tindakan ekstrem untuk memutus wabah ini. Termasuk jika harus membatalkan perjalanan ke suatu tempat atau menunda kepulangan ke kampung halaman sampai wabah dapat diatasi. Apabila memaksakan diri pergi maka karantina lokal menunggu di ujung perjalanan.

Mendukung langkah tersebut Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dapat mengeluarkann surat edaran guna menugaskan pemerintah kecamatan di bawah koordinasi dan standar operational dari Dinas Kesehatan Kulon Progo dan BNPB Kulon Progo berkoordinasi dengan Polri serta TNI, mempersiapkan tempat karantina lokal bagi warga pendatang atau warga yang pulang ke kampung halaman. Keputusan ini diperlukan karena risiko kematian akibat virus corona di Indonesia sangat tinggi mencapai 9,11% jika merujuk pada data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada 3 Maret 2020.

Karantina lokal ampuh meminimalisir kontak fisik sambil menunggu masa inkubasi virus yang menurut WHO selama 14 hari selesai. Inkubasi merupakan rentang waktu dimana virus mulai menginfeksi hingga menunjukan gejala pada tubuh manusia. Karantina memang tidak serta merta menyelesaikan masalah tetapi sisi ketidakmenyenangkan karantina ini lah yang ingin ditunjukan. Ada risiko-risiko yang ditanggung oleh pendatang atau pemudik ketika mereka memutuskan pergi. Risiko inilah yang diharapkan dapat meneguhkan anggapan bahwa bepergian atau mudik bukan sesuatu yang perlu dilakukan, sehingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk tidak pergi. Namun jika terjadi sesuatu yang mengharuskan kepulangan seperti diputusnya kontrak kerja karena wabah maka semoga ide ini menjadi jalan keluar.

Alih-alih hanya melapor kepada ketua RT dan puskesmas setempat, karantina akan melengkapi upaya pencegahan semakin banyaknya warga tertular. Proses ini memungkinkan melokalisir potensi penularan yang diakibatkan dari kontak fisik para warga yang tiba di Kulon Progo. Karantina semakin efektif jika ditunjang peran aktif warga sekitar untuk memantau siapa saja pendatang atau pemudik yang tiba di daerahnya. Mereka berhak melaporkan ke ketua RT untuk kemudian ditindaklanjuti dengan proses penjemputan. Kerahasiaan nama pelapor dijamin oleh salah satu pasal dalam surat edaran yang diterbitkan.

Baru-baru ini beredar di media tentang beberapa hunian yang dikelola pemerintah dan swasta direncanakan diubah sementara fungsinya menjadi lokasi istirahat bagi tenaga kesehatan yang merawat pasien covid-19, menampung pasien yang diduga terjangkit, bahkan memberikan tempat bagi pasien yang telah positif terjangkit virus corona. Situasi darurat seperti ini memungkinkan pemerintah daerah menggunakan wewenangnya mengkondisikan sebuah tempat menjadi lokasi karantina. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dapat memilih beberapa gedung sekolah di setiap kecamatan sebagai lokasi karantina. Tentu dengan jaminan selama difungsikan menjadi tempat karantina dan setelah karantina ini usai pemerintah memastikan kebersihan dan kelayakan sekolah untuk menjadi tempat belajar kembali.

Nantinya pada gedung-gedung sekolah tersebut telah dipersiapkan tempat istirahat, kasur, dapur umum, tempat cuci tangan, dan kamar mandi yang layak, serta penjadwalan kegiatan sehingga tidak sekadar menunggu tanpa aktivitas. Aktivitas seperti kursus keterampilan, wawasan kesehatan, sajian pengetahuan budaya, permainan anak, konsultasi psikologi, dan sebagainya, akan dilakukan guna memberikan kehangatan bagi mereka agar tidak merasa layaknya musuh masyarakat seperti yang digembar-gemborkan hari ini. Kerabat boleh menitipkan sesuatu dengan jumlah secukupnya dan wajar, namun tidak diperkenankan bertemu. Dihimbau juga jika makanan yang diberikan dapat diantar dengan kemasan sekali pakai.

Jika diterapkan dengan mekanisme yang tepat dan tegas seperti keharusan menjaga kebersihan, kewajiban menjaga jarak dengan warga lain, kewajiban mengenakan masker meskipun kain, disiplin menjalani pola istirahat dan makan, maka karantina lokal akan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sambil menunggu masa inkubasi selesai. Di saat yang sama membuat para calon pemudik dan pendatang berpikir ulang sehingga diharapkan tetap tinggal di daerah masing-masing. Sekaligus mengantisipasi gelombang perantau yang kehilangan pekerjaan akibat wabah sehingga tidak ada pilihan lain selain pulang.

Beberapa hari yang lalu Bupati Kulon Progo menuturkan bahwa pendanaan penanganan wabah covid-19 di Kulon Progo mencapai 25 miliar. Angka tersebut akan dialokasikan untuk tiga prioritas, yakni mendanai tindakan medis, meminimalisir dampak ekonomi, serta menekan dampak sosial. Melalui sebagian dari dana ini kami berharap proses karantina dapat dilakukan. Percayalah bahwa jika hal ini tidak lakukan maka risiko warga yang tertular akan semakin tinggi. Apalagi dalam waktu dekat momentum mudik Idul Fitri segera bergulir meskipun pemerintah pusat telah melarang masyarakat pulang kampung. Masa-masa yang diperkirakan akan menjadi saat-saat penularan wabah secara masif.

Kami tentu memahami bahwa pemerintah perlu menghitung dengan detail komponen biaya penyelenggaraan karantina lokal. Namun jika dirasa perlu, demi kebaikan bersama, diwajibkan saja bagi warga yang dikarantina untuk membayarkan iuran karantina sebagai wujud sumbangsih bagi pemerintah daerah dalam menjaga warganya agar dampak virus ini tidak meluas. Bahkan secara terbuka membuka rekening donasi dan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyumbangkan atau meminjamkan berbagai peralatan dan perlengkapan guna menunjang kebutuhan warga yang tengah menjalani karantina. Akan lebih baik juga jika diberikan kesempatan bagi warga yang ingin menjadi relawan membantu di lokasi karantina.

Karantina lokal akan menjadi tindakan nyata yang sangat bermanfaat baik bagi warga yang tinggal di Kulon Progo, maupun warga yang baru saja pulang ataupun pendatang yang bermaksud tinggal di Kulon Progo.Tetapi perlu diingat bahwa warga yang mudik ataupun pendatang harus tetap diperlakukan dengan humanis. Tidak perlu ada penolakan-penolakan yang justru memunculkan gesekan di tengah masyarakat. Pada dasarnya semua ingin tetap sehat sehingga protokol kesehatan yang tegas sudah selayaknya diberlakukan. Salah satunya karantina lokal.

Sulit membayangkan apa yang akan terjadi pada bulan-bulan di depan. Oleh karena itu keseriusan pemerintah kabupaten dalam merespon mobilitas warganya sungguh diperlukan. Peran masyarakat seperti pengadaan tempat cuci tangan, donasi alat pelindung diri, suplemen bagi tenaga medis, dan sebagainya sangat perlu. Namun kebijakan yang kritis, data yang valid, tanggap terhadap kondisi di lapangan, serta jeli melihat pola penularan virus menjadi ujung tombak untuk menjaga masyarakat tidak tertular. Jika diperlukan dana lebih carikan dana itu dari alokasi kunjungan kerja, rapat dinas, dana desa, bila memungkinkan ambil dana dari pentas-pentas kesenian, dan segala aktivitas lain yang tidak memungkinkan dilakukan. Kami yakin Pemerintah Provinsi DIY akan mendukung jika Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkomitmen mengawal kebijakan ini sebaik-sebaiknya demi memastikan keselamatan warganya. (Sumber Foto: Kemendikbud)

One thought on “Karantina Lokal Atasi Wabah Covid-19

Tulis komentar Anda. Isi komentar menjadi tanggung jawab pribadi.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Halo, Kulon Progo!

Masyarakat Kulon Progo, penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan di China. Orang yang tertular COVID-19 yang mengalami gejala ringan akan pulih tanpa penanganan khusus. Namun diperlukan penanganan medis yang lebih serius untuk gejala sedang dan berat.

Virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.

Anda dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika Anda berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19. Anda juga dapat tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda.

Sampai saat ini, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati penyakit yang disebabkan virus corona baru (COVID-19). Mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala, dan mereka yang sakit serius harus dibawa ke rumah sakit.

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Tapi bagi sebagian orang yang berisiko tinggi (kelompok lanjut usia dan orang dengan masalah kesehatan menahun, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes), virus corona dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, bahkan menyebabkan kematian. Kebanyakan korban berasal dari kelompok berisiko itu.

Jika memiliki gejala seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, badan lelah, demam dan kehilangan indera penciuman atau pengecap, dihimbau untuk isolasi mandiri di rumah, RS Darurat, RS, maupun RS rujukan untuk pasien COVID-19. Isolasi diri (baik secara mandiri di rumah atau di klinik, puskesmas, dan rumah sakit) minimal 10 hari sejak munculnya gejala ditambah 3 hari. Ditambah dengan kepastian bahwa gejala yang semula muncul sudah benar-benar hilang.

Masyarakat Kulon Progo, Anda dihimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan berkumpul dengan banyak orang. Diwajibkan untuk mengenakan masker, menghindari tempat-tempat dengan risiko penularan tinggi, istirahat yang cukup, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan serta minuman yang sehat.

Jika sangat mendesak atau diperlukan menggelar acara dengan jumlah orang yang banyak, pastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan disiplin, dan laporkan penyelenggaraan kegiatan tersebut kepada satgas COVID-19 setempat.

Update Perkembangan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Kulon Progo: Klik Di Sini.