Buku ‘Desa Mawa Carita: Sejarah Desa dan Kota di Kulon Progo’ Telah Diterbitkan

Kulon Progo, 7 Mei 2021 – Buku sejarah mengenai Kulon Progo berjudul Desa Mawa Carita: Sejarah Desa dan Kota di Kulon Progo telah terbit. Buku karya Dr. Ahmad Athoillah, M.A., doktor ilmu sejarah dari Universitas Gadjah Mada, ini menarik karena dapat menjadi rujukan akademis yang sahih untuk mengetahui perkembangan desa di Kulon Progo. Layaknya hasil dari proses penelitian sejarah, buku terbitan Penerbit Ombak merekontruksi peristiwa yang terjadi pada masa lampau dengan pilihan kata yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

Dalam perjalanannya, beberapa desa di Kulon Progo sejak abad ke-19 hingga pasca revolusi memiliki peranan penting dalam pembentukan pusat-pusat sosial, perekonomian, dan administratif pemerintahan, seperti pasar, pusat industri, pusat kawedanan dan kapanewonan, pusat populasi dan kesehatan, pusat pertanian dan perkebunan, pusat peribadatan, pusat transportasi, dan sebagainya. Berangkat dari desa kabekelan atau kademangan, lalu menjadi kedistrikan, kemudian berjuluk ‘kota kabupaten’, tentu memiliki proses historisnya tersendiri.

Buku ini memotret beberapa desa yang kemudian berkembang seiring perjalanan waktu. Ada desa yang berkembang menjadi ‘kota kapanewonan (penewu), maupun kawedanan yang akhirnya dinyatakan sebagai ‘kota kabupaten’ di Kulon Progo sejak awal abad ke-19 sampai awal abad ke-20.

Merekontruksi sejarah perkembangan desa-desa menjadi kota di Kulon Progo dalam konteks sejarah tentunya bukan pekerjaan mudah. Rekonstruksi dimulai dengan menumpulkan data-data sejarah yang akurat, baik yang tertulis dalam arsip laporan pemerintah, koran dan majalah, surat-surat penting, prasasti bangunan, serta informasi lisan dari pelaku sejarah yang mengalami langsung periode pasca revolusi sampai tahun 1970-an.

Selain menyajikan data dokumentatif, buku ini juga menyampaikan pesan-pesan dari masa lalu, terutama yang direkam langsung oleh para narasumber lisan, dan juga sumber tertulis seperti prasasti yang kebanyakan berbentuk tugu peringatan. Pesan pentingnya ditujukan kepada generasi penerus, bahwa semua perubahan yang terjadi di pedesaan Kulon Progo tidak terjadi dalam sekejap, namun melalui proses panjang yang pada akhirnya membentuk tatanan-tatanan yang disepakati oleh masyarakat.

Pengetahuan sejarah yang mungkin akan timbul setelah membaca buku ini menjadi penting untuk memunculkan sikap yang arif dan bijak akan makna sebuah kelokalan, yang tidak terlalu membanggakan ‘Kekulon Progoannya’ karena merasa memiliki latar belakang sejarah yang hebat, namun di saat yang sama juga tidak menjadi kecil hati dengan identitas sebagai masyarakat ‘Kulon Kali’ yang terpinggirkan.

Upaya perbaikan terhadap penulisan sejarah Kulon Progo terus dilakukan, baik bagi kepentingan pendidikan maupun kepentingan sosial-budaya. Oleh karena itu buku ini layak menjadi pedoman untuk mengenal jati diri Kulon Progo lebih jauh, khususnya bagi generasi penerus menuju pribadi dan masyarakat yang lebih dinamis.

Dalam penyajiannya, buku setebal 242 halaman ini ditampilkan dalam bentuk deskripsi tanpa analisis yang rumit. Hal ini dimaksudkan agar peristiwa sejarah di dalamnya dapat dibaca dan dimengerti oleh berbagai segmen masyarakat pembaca yang tentunya beragam. Sehingga buku ini sangat direkomendasikan untuk dimiliki semua kalangan yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai seluk beluk Kulon Progo yang senantiasa berkembang.

Pembelian buku Desa Mawa Carita: Sejarah Desa dan Kota di Kulon Progo dengan harga Rp 80.000 bisa dilakukan dengan menghubungi nomor 081231928987 atas nama Muh Koyim, selanjutnya dapat diambil langsung atau dikirim ke alamat calon pembaca sekalian. Selain itu pembelian juga dilayani melalui market place, Shopee, di sini.

Halo, Kulon Progo!

Masyarakat Kulon Progo, penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan di China. Orang yang tertular COVID-19 yang mengalami gejala ringan akan pulih tanpa penanganan khusus. Namun diperlukan penanganan medis yang lebih serius untuk gejala sedang dan berat.

Virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.

Anda dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika Anda berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19. Anda juga dapat tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda.

Sampai saat ini, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati penyakit yang disebabkan virus corona baru (COVID-19). Mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala, dan mereka yang sakit serius harus dibawa ke rumah sakit.

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Tapi bagi sebagian orang yang berisiko tinggi (kelompok lanjut usia dan orang dengan masalah kesehatan menahun, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes), virus corona dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, bahkan menyebabkan kematian. Kebanyakan korban berasal dari kelompok berisiko itu.

Jika memiliki gejala seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, badan lelah, demam dan kehilangan indera penciuman atau pengecap, dihimbau untuk isolasi mandiri di rumah, RS Darurat, RS, maupun RS rujukan untuk pasien COVID-19. Isolasi diri (baik secara mandiri di rumah atau di klinik, puskesmas, dan rumah sakit) minimal 10 hari sejak munculnya gejala ditambah 3 hari. Ditambah dengan kepastian bahwa gejala yang semula muncul sudah benar-benar hilang.

Masyarakat Kulon Progo, Anda dihimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan berkumpul dengan banyak orang. Diwajibkan untuk mengenakan masker, menghindari tempat-tempat dengan risiko penularan tinggi, istirahat yang cukup, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan serta minuman yang sehat.

Jika sangat mendesak atau diperlukan menggelar acara dengan jumlah orang yang banyak, pastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan disiplin, dan laporkan penyelenggaraan kegiatan tersebut kepada satgas COVID-19 setempat.

Update Perkembangan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Kulon Progo: Klik Di Sini.